aa lampu lalu lintas

Semakin zaman menjadi modern, saya merasa semakin banyak manusia yang menjadi semakin bodoh. Saya ingin menyebutnya tolol. Saya juga tidak menganggap diri saya pintar, tapi setidaknya saya mau berusaha untuk menjadi pintar, bukan malah semakin tolol.

Ketika seseorang mampu melakukan sesuatu dan oranglain tidak mampu melakukan yang dia perbuat, maka layaklah orang itu dibilang pintar -pada bidangnya-. Berjuta orang bisa mengendarai sebuah kendaraan, dan berjuta orang juga yang tidak bisa. Mereka pintar dalam hal ini.

Namun belakangan ini emosi saya semakin meninggi melihat kelakuan para penguasa jalanan. Saya berpikir bahwa ketika seseorang mampu mengendarai sebuah kendaraan berarti manusia ini mempunyai sebuah pikiran. Berarti mempunyai otak.

Saya tinggal di sekitar Jalan Raya Tipar Cakung dan bekerja di Kemayoran. Lalu lintas yang saya jalani secara rutinitas adalah melewati Kelapa Gading dan Sunter. Di sepanjang perjalanan saya pergi atau pun pulang inilah yang membuat saya emosi.

Ketika pagi polisi sama sekali tidak berkutik menghadapi ratusan atau bahkan ribuan pengendara setiap paginya yang melewati lampu lalu lintas jalan pegangsaan Kelapa Gading. Polisi hanya terdiam melihat mereka berjalan melewati lampu merah dan tanpa rasa takut sama sekali. Seperti tidak ada wibawa.

Berjalan terus hingga sampai di lampu lalu lintas Kelapa Gading sebelah Mall, disana barulah ada sedikit rasa ketakutan mereka untuk melanggar lampu lintas. Bukan karena takut celaka, tapi mereka hanya takut pada ancaman tilangan dari seorang polisi.

Tapi apakah mereka sudah taat di lampu lalu lintas? Tidak juga. Mereka beradu kedepan sampai tidak mengerti apa arti dari zerba cross yang biasa terletak sejajar dengan lampu lalu lintas.

Ketika pulang di sore hari pun seperti itu ketika berada di lampu lalu lintas Sunter, beberapa orang berani menjalankan kendaraannya ketika kendaraan dari berlawanan arah melaju sangat kencang karena posisi mereka sedang lampu hijau menyala. Seakan nyawa bisa di beli seperti secarik surat tilang. Manusia lebih takut di tilang polisi daripada meninggal ditabrak kendaraan lainnya.

Hampir sama semua kejadiannya ketika kita melihat banyak kelakuan orang di lampu lalu lintas. Beradu kedepan, melewati garis zebra cross, dan berjalan walau lampu merah menyala.

Kemudian ketika jalan sedang mengalami kepadatan, banyak saja orang tolol bermunculan secara mendadak. Dengan tanpa merasa bersalah di mengendarai motornya melewati sebuah trotoar panjang dan menikmati jalanan tanpa tersedat. Mati kek orang yang kaya gini.

Ketika gue berjalan di Jalan Raya Tipar Cakung, banyak angkot merah berhenti menunggu penumpangnya dan membuat jalanan macet dan bahkan mampu membuat jalanan tersebut stuck. Kemudian kita berpikir, apa yang menyebabkan jalanan lurus tanpa lampu lalu lintas ini bisa macet dan bahkan stuck mencapai 2 kilometer?

Ketololan supir angkot merah yang berhenti seenaknya ini ditambah dengan rasa ego yang tinggi dari pengendara lain membuat sekumpulan orang tolol berkumpul seperti tidak tau arah. Gue jadi ikutan tolol ketika itu.

Jalanan yang mungkin hanya cukup untuk 3 mobil sedang ini, diisi dengan angkot merah yang sedang berhenti menunggu penumpang, mobil dan motor yang menyalip dari sisi kanannya, serta mobil dan motor dari arah berlawanan, dan ditambah mobil dan motor yang ingin keluar dari sebuah gang untuk memotong jalan.

Berkumpulah disana ratusan mobil dan motor yang tidak bisa bergerak karena ego pengendaranya masing – masing. Memiliki pikiran, saya ingin sampai rumah lebih dulu daripada kalian yang ada disini.

Kemudian, mungkin malaikat meluluhkan hati seseorang di tengah kemacetan sana, dan mau mengalah agar memberi jalan pada yang lain lebih dahulu. Ditengah pergerakan perlahan, motor saya ditabrak dari belakang. Lelah rasanya jika saya harus memukul atau bertengkar dengan orang tersebut, ketika saya lihat motor saya masih dalam keadaan baik dan saya pun tetap sehat, maka saya lanjutkan perjalanan saya untuk menempuh kemacetan yang sering terjadi ini.

“At Home” Kata saya melalu BBM kepada pacar.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s