I Love You, Mom. Selamat Hari Ibu

Posted: 22 Desember 2015 in Uncategorized
Tag:,

Sudah hampir lima tahun gak bertatap muka dengan mama sendiri. Kalian pastilah sudah tahu bagaimana rasa kangen yang Gue rasain. Selama ini hanya berbicara via telfon, ibarat pacaran, ini pasti sakit sekali rasanya. LDR FULL. Kesibukan terkadang membuat lupa, dan waktu menjadi banyak terbuang. Ketika mama menelfon ada saja kendala, Gue lagi dijalan atau sebaliknya, ketika Gue menelfon, nyokap lagi kerja. Selagi ada waktu pun kadang hanya bisa beberapa menit saja. Tapi, walau sebentar, sudah cukup menjadi obat penyakit rindu yang kadang menjalar keseluruh tubuh.

Mama adalah seorang supporter terhebat yang selalu ada dalam hidup Gue. Mama selalu mendukung apa pun yang sedang Gue kerjakan, sampai mengerjakan rangkain cinta untuk anak tetangga pun mama mau mendukung.

Mama tidak pernah melarang anaknya ketika bermain dengan hobinya, tidak seperti bapak yang kadang masih melarang kami bermain bola ketika kecil. Mama adalah sumber inspirasi bagi hidup Gue. Mama tidak pernah mengeluh melewati kerasnya hidup. Mama mampu memberikan sekuat tenaganya untuk semua anak – anaknya.

Mama tidak pernah malu melakukan apa saja agar anaknya bisa mendapatkan yang anaknya inginkan. Bekerja keras untuk keluarga. Disisi lain penghasilan bapak suka gak jelas dan terlalu boros.

Gue gak pernah tega lihat mama menangis. Gue pernah ingat, ketika keluarga tidak sanggup untuk membayar uang sekolah Gue yang cukup mahal di sekolah swasta di Jakarta. Mama nangis karena tidak tega kepada Gue yang tidak bisa melihat semua nilai ujian yang tertulis di raport.

Mama juga pengetahuannya luas, Gue bisa bicara banyak hal dengan mama. Dari pacar, agama, ekonomi, dan lain – lain. Mama juga gak malu untuk bertanya pada anaknya ketika memang mama tidak mengerti tentang sesuatu hal.

Bingung sebenarnya mau nulis apa diblog ini. Gak terukur cinta mama untuk kami anak – anakmu. Kasihmu kepada kami sungguh luar biasa. Kadang malah kami yang tidak mengerti tentang Mama.

Masih inget ketika kecil susah disuruh mandi, padahal itu demi kebersihan diri sendiri. Susah disuruh beli garam ke warung. Betapa nakalnya kami dan mama masih sayang kepada kami sampai saat ini.

Aku pengen pulang ma. Aku kangen mama.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s