Malas (lupa) Menginjak Bumi

Posted: 11 Desember 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , ,

wakil rakyat

9 Desember 2015 menjadi sejarah bagi Indonesia yang telah melakukan Pilkada secara serentak. Demokrasi terbesar bagi abad ini. Walau sepertinya kurang meriah karena disisi lain media massa masih sibuk dengan pemberitaan tentang “Papa Minta Saham” yang diperankan oleh mereka sang penguasa negara ini.

Mereka adalah Wakil rakyat, wakil yang ……. saya tidak mengerti dimana kerjanya sebagai wakil. Semenjak saya agak mengerti tentang politik, saya sempat bingung dengan penamaan wakil rakyat. Wakil setau saya, secara harfiah berartikan pendamping Ketua atau bawahan dari Ketua. Tapi wakil rakyat di Indonesia malah diatas rakyatnya. Padahal secara mutlak yang memilih mereka adalah kita yaitu rakyat. Tapi suara rakyat tidak pernah didengar oleh mereka.

Secara organisasi, misalnya dalam membicarakan keuangan, sudah pasti suara ketua yang akan lebih dulu didengar. Coba samakan dengan sistem pemerintahan. Dalam perencanaan keuangan mana yang rakyatnya diajak berbicara? Yang rakyat tau hanyalah hasil daripada itu semua. Seperti ibaratnya rakyat adalah ketua organisasi yang malas dan hanya mau menerima hasil.

Kita semua tau bahwa hampir semua wakil rakyat diparlemen tidak akan ingat janji mereka saat berkampanye, hanya saja pilihan kita yang harus memilih. Suramnya adalah sistem dalam pemilihan kita, siapa nomor paling atas dalam lembar pemilihan sudah pasti masuk dalam parlemen. Jadi siapa pun penjahatnya, jika dia di nomor urut 1 dalam kertas suara walau tidak dipilh rakyat, tetap dia akan masuk menjadi bagian dari wakil rakyat.

Hampir semua wakil rakyat adalah seperti seorang pengendara motor di ibukota, yang malas menginjakan kakinya keatas aspal jika sudah berkendara. Jika kalian memperhatikan lebih banyak orang yang berkendara sepeda motor, maka kalian akan menemukan fakta ini.

Ketika dalam keadaan macet, maka akan banyak pengendara motor mencari celah untuk menyalip karena malas untuk menginjakan kakinya kebawah. Jika sudah diatas maka akan malas untuk turun. Bahkan karena malasnya ketika lampu lalu lintas berwarna merah saja, banyak dari pengguna motor akan menerobosnya. Kalo bisa memang motor ini dibikin roda 4 aja. Pasti mereka gak akan menerobos lampu lalu lintas.

Balik lagi ke cerita awal, Jarang sekali kita akan dapati wakil rakyat yang sederhana, apalagi hidupnya sudah dipenuhi oleh fasilitas, hasil kerja payah mereka akan sangat mereka nikmati. Yang belum punya mobil akan beli mobil baru, yang belum pernah keluar negeri akan berwisata keluar negeri, semua fashion akan menjadi branded, adu gengsi juga akan terjadi kepada anak mereka. Ini semua yang akan menjadikan banyak wakil rakyat lupa turun kebawah dan akhirnya memaksakan terus diatas, dengan resiko korupsi.

Mereka-lah wakil rakyat, mewakili rakyatnya dalam segala bidang. Mobil mewah, wisata keluar negeri, rumah mewah, dan segalanya yang mewah. Rakyat? ya kerja keras dengan usaha masing – masing. TawakalπŸ™‚

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s