(Belajar) Menjadi Pelayan Tuhan

Posted: 8 Desember 2015 in Bagi - bagi Firman :D
Tag:, , , , , , , ,

Pelayan Tuhan

Dulu saya tidak pernah berpikir untuk menjadi pelayan Tuhan aktif di Gereja. Melihat mama saya yang selalu pulang malam dari aktivitasnya membuat kami anak – anaknya sendiri dirumah. Kadang kami harus terbangun dari tidur karena harus membukakan pintu untuk kedua orangtua kami. Papa pulang kerja dan mama pulang dari pelayanan gereja.

Puji Tuhan kami masih bisa menjaga diri kami masing – masing, dimana banyak anak – anak menjadi kurang baik ketika sering ditinggal oleh kedua orangtuanya yang sibuk.

Ketidak inginan gue menjadi pelayan Tuhan ketika itu semakin kuat ketika mama di skors karena sesuatu hal. Pelayanan mama bukan main – main juga, menjadi pelayan disebuah gereja besar sangatlah membuat mama sibuk. Acara a, b, c, d, e, doa a, b, c, d, e dan lain sebagainya.

Bahkan dulu ada yang menawarkan untuk kulah teologia gue tolak karena memang hati gue belum sepenuhnya terjun dipelayanan.

Ketika SMA gue sudah mulai jauh dari namanya gereja, mungkin bisa kehitung gue berapa kali ke gereja dalam setahun. Setelah lulus sekolah dan memasuki dunia pekerjaan, gue hampir tidak pernah berpikir untuk rajin beribadah. Karena tujuan gue setelah lulus sekolah adalah bekerja dan kalau bisa lanjut kuliah.

Tuhan berkata lain, ketika gue mulai dipercaya bertanggung jawab dalam hal pekerjaan yang menuntut sebuah target dalam setiap pekerjaannya. Gue ditunjuk untuk menjadi ketua remaja di sebuah gereja. Padahal keaktifan gue dalam gereja itu pun baru, perasaan ingin menolak ketika itu sangat banyak. Tapi mulut tidak bisa mengucapkan. Dan kemudian -awalnya- pasrah menjalaninya.

Berjalan setahun rasa tanggung jawab semakin besar. Semakin banyak anak remaja jatuh kedalam dosa, banyak anak remaja mulai meninggalkan Tuhan, banyak anak remaja terjerumus dalam lembah hitam, merokok, narkoba, dan banyak hal lainnya.

Ketika rasa tanggung jawab semakin besar, support nol besar dari lingkungan sekitar membuat gue hampir down. Rasa down yang muncul membuat gue hampir ingin meninggalkan komunitas ini, belum ada chemistry antara pengurusnya dan begitu juga dengan anggotanya belum ada kesadaran untuk membantu pengurusnya melebarkan salah satu aset Tuhan dalam menjalankan perintah AgungNya ini.

Seorang teman kemudian memberikan support kepada gue yang membuat gue akhirnya kuat sampai sekarang ini. Komunitas itu adalah tanggung jawab Tuhan, bukan tanggung jawab lo sendiri sebagai ketua. Biar Tuhan yang bekerja dalam komunitas itu. Tugas lo adalah menjalankannya sesuai dengan perintah Dia. Begitu kata dia sampai gue hampir meneteskan air mata. Gue yang berpikir selama ini kalau komunitas kecil ini adalah tanggung jawab gue, ternyata bukan. Gue hanya sebagai pelaku dalam amanat besarNya.

Setelah semenjak itu gue gak pernah takut meninggalkan sesuatu hal agar gue bisa tetap terus turun ikut dalam komunitas yang gue pimpin. Sesibuk apa pun gue, gak ada yang bisa mengganggu gue dalam beribadah, apalagi khususnya ibadah remaja. Karena impian terbesar gue adalah membawa banyak anak Tuhan mempunyai Visi yang besar dan menjadikannya nyata dalam dunia ini. Agar lewat itu semua banyak daerah dan kota – kota dimenangkan atas kemuliaan nama Tuhan.

Gue pernah ditantang dalam sebuah pekerjaan yang mengharuskan gue masuk kerja Sabtu dn Minggu. Ketika itu gue bilang “Gak apa – apa saya masuk Sabtu dan Minggu, tapi ketika Sabtu saya harus masuk pagi karena saya mau ibadah dimalam harinya dan Minggu saya mau masuk siang karena paginya saya mau beribadah juga”, yang kemudian disetujui oleh leader gue ditempat gue bekerja.

Walau rasa jenuh itu kadang muncul, tapi gue tetap mau melayani Tuhan. Karena gue percaya Yesus yang memberikan ini semua, jadi gak ada yang bisa menjauhkan gue daripadaNya. Jarak, waktu, dan semuanya. Tuhan tetap ada di nomor 1 dalam hidup gue.

Jadi walau pelayanan itu adalah nomor sekian dalam hidup, tapi kalau pelayanan kita adalah untuk Tuhan, kita gak boleh main – main dalam pelayanan.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s