Bosan Dengan Acara TV

Posted: 4 Desember 2015 in Dan Lain - Lain :)), Uncategorized
Tag:, , , , , , , , ,

tv

Kini zaman telah memasuki era modern, film kartun sudah sangat jarang di televisi. Beberapa stasiun tv fokus pada tayangan yang berbasis drama, seperti sinetron, infotainment dan acara musik dan stasiun tv lainnya fokus di media pemberitaan dan sport. Tayangan anak banyak terlupakan, sekalipun ada sepertinya mereka tidak memikirkan jam tayangnya. Bayangkan sebuah film kartun tayang pada jam 6 pagi. Seorang anak berumur 5th – 17th sudahlah pasti tidak dapat menonton film kartun tersebut, mereka sudah sibuk dengan kegiatan mereka sebelum berangkat menuju sekolah.

Adapun selanjutnya yaitu sore, mungkin beberapa dari mereka masih dapat menyaksikan film tersebut ketika sore. Namun, bagaimana dengan yang lain? Mereka akan dipaksa menonton tayangan drama penuh ketika malam atau pun berita – berita. Kalau pun ada film tentang anak, disana banyak diajarkan tentang logika tidak benar, seperti ada sebuah sinetron anak yang menceritakan seorang laki – laki yang berjuang ingin menjadi pemain sepakbola profesional. Logika yang tidak benar adalah bagaimana mereka bisa mengobrol banyak ketika bermain bola, memikirkan tentang sesuatu hal padahal kaki sedang menggiring bola, dan lebih aneh lagi ketika tim lawan merebut bola dengan berakrobat, ada yang salto, melompati orang yang sedang membawa bola, bahkan ada yang melakukan gerakan mirip break dance. Entah permainan bola macam apa itu.
Beberapa bulan belakangan ini anak – anak dengan kelahiran tahun 90-an dikejutkan dengan beberapa tayangan kartun di Indonesia. Dengan alasan bermacam – macam film kartun ini tidak dapat tayang lagi di Indonesia. Sebuah logika yang aneh dengan banyaknya beredar sinetron yang kurang mendidik dan mengarahkan banyak anak – anak mengenal cinta sebelum pada waktunya. Cinta disini maksudnya ialah berpacaran.
Mungkin anak era kini lebih akur dengan mamanya, karena mereka bisa berdampingan menonton sinteron dan tanpa berebutan remote. Bahkan ada banyak bapak – bapak sekarang juga menikmati tayangan sinetron ini. Mengesalkan memang. Kami kaum pria sport semakin terasingkan dna sangat sulit melawan gempuran para pecinta sinetron. Bahkan sinetron sekarang sudah ada disetiap jam, jam A di tv A, jam B di tv B dan hampir semuanya.
Dalam pribadi gue ada beberapa tayangan yang gue suka, mungkin lebih bergenre komedi. Disaat gue mulai senang dengan sebuah acara komedi, tapi disisi lain mulai jenuh karena ditayangkan setiap hari dan dengan komedia yang tidak jelas.
Gue juga suka dengan acara musik, tapi beberapa acara musik di Indonesia seperti mulai kehilangan tujuannya. Menyajikan sebuah tayangan musik dan membantu para musisi untuk mengenalkan musiknya kepada khalayak ramai. Di Indonesia ada dua acara musik paling hits sampai hari ini dan diadakan pada pagi hari. Dibilang timingnya kurang pas, ya mungkin saja. Tapi tidak tau bagi mereka yang tidak harus berangkat sekolah atau bekerja pada pagi hari. Mungkin pas.
Kedua acara musik ini sangatlah jauh dari acara musik pada umumnya, mereka memadupadankan acara musik dengan komedi. Dan begitulah yang terjadi, lebih banyak aksi komedinya daripada aksi panggung daripada musisinya. Bayangkan dari 8 segmen atau 3 jam penayangan, sebuah band atau penyanyi itu tampil 8 kali mungkin hanya dalam durasi 5menit. 40 menit aksi panggung musisi dalam acara berdurasi sampai 3 jam. Kemana sisa 2 jam 20 menitnya? Iklan dan Komedia yang dibuat oleh para host dan lain – lainnya yang tidak jelas itu.
TV kita telah habis dimakan oleh rating, persaingan yang tidak sehat. Lebih memetingkan rating daripada konten televisi. Padahal gue rasa, kita pasti bisa membuat sebuah tayangan bagus, mendidik dan dengan rating yang tinggi juga. Hanya sayangnya banyak tv mengambil jalan instan, dengan lawakan – lawakan dan pengisi acara terkenal, cantik dan tampan maka sebuah acara di tv tersebut akan sangat bagus ratingnya.
Entahlah, biar mereka yang mengerti rating itu. Kita hanya bisa menikmati tayangan hasil dari mereka. Kalau tidak suka, ya silahkan matikan tv kalian.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s