Go-Jek

Posted: 26 November 2015 in Dan Lain - Lain :))
Tag:, , , , ,

imagen-go-jek-0big

Bukan mau menjelaskan tentang Go-Jek apalagi mempromosikannya. Karena menurut saya sudah cukuplah di banyak artikel yang membahas mengenai aplikasi start up dibidang jasa ini.

Tulisan ini -maaf- bukan untuk menjatuhkan perusahaan anak bangsa tapi hanya lebih ingin mengeluarkan unek – unek sebagai customer ojek online yang dimaksud.

Gatau hanya saya yang merasakan atau ada juga yang merasakan. Yang jelas, saya menuliskan lewat pengalaman pribadi saya dan malahan baru tadi pagi terjadi.

Hampir setengah tahun sudah saya menggunakan ojek online. Dari sisi tarif promo yang murah dan dikarenakan kepo lewat testimoni dari teman – teman yang sudah menggunakan.

Awalnya ojek online ini sangat mengasyikan, jujur saya katakan driver-nya sangat sopan dan menghargai costumer sebagai raja. Lama – lama kemalaan, seperti ada yang salah dari para driver ojek online ini. Mereka seperti supir angkutan umum yang ugal – ugalan demi mendapatkan uang setoran. Saya ingin bertanya, apakah pihak Go-Jek menerapkan target kepada driver-nya sehingga mereka harus terburu – buru dalam mengantar costumer?

Suatu sore ketika saya pulang kantor dan kemudian memesan Go-Jek. Seperti biasa dengan ramahnya mereka memberikan masker dan helm sebagai pelindung bagi costumer mereka. Namun ketika disampai di lampu lalu lintas dan menunjukkan warna merah, driver Go-Jek malah menerobos dengan dan tanpa rasa bersalah. Bahkan kejadian serupa pernah saya alami kembali dan itu hampir tertabrak oleh mobil dari arah menyamping. Syukur saya dan driver-nya selamat.

Padahal setau saya, syarat untuk menjadi driver Go-Jek adalah memiliki SIM. Memiliki SIM berarti mengerti tentang peraturan lalu lintas. Bodoh kalau hanya lampu merah, kuning dan hijau saja tidak tahu apa artinya.

Dan andai Go-Jek ini menjadi sebuah komunitas motor. Maka Go-Jek adalah salah satu komunitas motor terbesar di Indonesia bahkan dunia dengan member mencapai 10rb member lebih. Maka seharusnya lewat para driver Go-Jek inilah banyak pengendara sepeda motor belajar bahwa kita semua harus mentaati semua peraturan lalu lintas yang berlaku.

Dan jika mau berlakukan sanksi seperti komunitas motor, ketika ada salah satu member mereka melanggar peraturan lalu lintas dan terdapat bukti yang nyata maka member akan dicabut dan tidak dianggap lagi sebagai anggota.

Dan kemudian dilain hari saya memesan Go-jek sekitar jam setengah 5 pagi untuk adik saya yang ingin bekerja. Saya berpikir apa ada ya Go-Jek sepagi ini? Ternyata ada setelah saya melihat hp dan ada driver yang menerima order saya. Lama saya menunggu, driver tak kunjung menelfon untuk memberitahu keberadaannya. Akhirnya saya putuskan untuk membatalkan order.

Dilain hari lagi saya memesan Go-Jek untuk adik saya di jam yang sama. Ketika saya cek hp, seperti ada yang aneh di dalam pemesanan saya. Adik saya belum berangkat dari rumah tapi pemberitahuan di hp saya your driver is on the way ketempat tujuan.

Apa ini trik supaya costumer tidak bisa membatalkan order ketika mereka datang lama sekali. Payah. Saya hanya bisa mengeluh saat itu, karena adik saya butuh dan maka dari itu saya gunakan Go-Jek tapi mereka –driver- tidak menunnjukan dedikasi mereka kepada pelanggannya.

Masih untuk order-an adik saya dipagi hari. Karena adik saya masuk di shift pertama jam 6 pagi, maka dia harus berangkat sepagi mungkin untuk menghindari keterlambatan.

Sudah jam 5 pagi dan HP saya berbunyi tidak lama setelah saya memesan Go-Jek. Adik saya sudah kesiangan di sepagi ini saya pikir. Karena butuh waktu kurang lebih 60 menit perjalanan dari rumah menuju rumahnya dengan menggunakan Go-Jek.

“Selamat pagi dengan Pak Andi?” Saya AA dari Go-Jek”
“Iya Pak”
“Maaf saya sholat dulu. Tunggu sebentar ya”

Bukan saya in-toleransi atau saya tidak menghargai orang mau sholat. Tapi bisakah kita bekerja dengan profesional? Dan atau tidak serakah. Apalagi negara kita ini sudah dianggap negara religius dengan banyak kepercayaan bisa tinggal dalam 1 negara.

Seharusnya dalam logika saya, ketika kita percaya Tuhan adalah pengatur segalanya. Maka kita tahu bahwa Dia yang memberikan kita rezeki. Dalam konteks ini saya tidak mau menyalahkan siapa – siapa. Tapi kembali ke atas untuk bersikap profesional dalam bekerja.

Ketika driver Go-Jek sudah menerima order berarti sudah dipastikan driver sudah siap untuk mengantarkan penumpang bukan malah mau sholat. Kenapa tidak sholat dulu baru menerima order?

Mungkin disana sudah ada para driver lain yang sudah siap sedia mengantarkan penumpang dan sudah selesai sholat. Bukan yang mau sholat malah menerima order. Payah

Tulisan ini akan saya tutup dengan sebuah peribahasa. Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebalanga. Jangan hanya karena 1 driver maka terlihat buruk semuanya dan bahkan sampai nama perusahaannya. Karena dianggap tidak bisa membina para anggotanya.

Andi, 23th – Mantan Tukang Ojek Pacar

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s