aaaaaaaaaaamplop

Untuk pertama kalinya dalam memasuki umur yang keduapuluhan, gue sudah pacar lagi. Malas sebenarnya untuk menyebutnya pacar, tapi apalah daya, pacar adalah sebutannya di Indonesia. Seperti ABG yang harus mempublikasikan status mereka. Membuat status berhubungan di dunia maya, dan lain – lain.

Jujur. Memang benar ada rasa malas untuk mempublikasikan status ini, tapi untuk menjaga semuanya baik adalah harus mempublikasikannya. Agar ketika ada cewe mendekati gue, cewe itu tau sampai mana batasannya ketika bersama gue dan begitu juga sebaliknya.

Rasanya bahagia ketika dia sudah resmi menjadi pacar gue. Yang dulunya gue gak pernah nyangka dan semua terjadi. Semua berubah, dari candaan menjadi suatu yang istimewa. Yang dulu cuek menjadi berubah 180 derajat.

Sudah terlalu lama sendiri, bahkan seperti sudah lama sekali, bagi mantan seseorang seperti gue yang dulu sangat mudah merebut hati wanita. Sekitar 3 – 4 tahun lamanya gue menyendiri. Entah kenapa saat itu gue sudah mulai malas berpacaran ala ABG, yang hanya lebih mementingkan status tanpa arah dan tujuan daripada berpacaran. Sepertinya jiwa kedewasaan gue sudah mulai meningkat dalam hal ini.

Sampai suatu saat muncul banyak pertanyaan. Cewe seperti apa yang gue idamkan? Tinggi? Putih? Pekerja kantoran? Dan lain – lain.

Semakin gue memikirkan perkataan oranglain, hati gue semakin tersudutkan. Seperti gak laku, homo, bahkan sampai pedofil. Tapi, gue gak mau terpancing dengan omongan mereka. Gue coba jalani hidup ini tanpa pacar. Walau memang hidup seperti hampa, dikala hampir semua teman sibuk dengan keadaan masing – masing. Dikala sakit tidak ada yang peduli, dikala sepi tak ada yang menemani, dikala Yusuf adalah wakil presiden. Maaf.

Hadirlah sosok wanita yang sudah menolak gue ketika suatu kali gue menyatakan cinta. Kemudian dikhilafnya, kini dia menerima gue apa adanya.

Terlalu malas untuk mengatakannya cantik. Karena jika gue mencintainya hanya karena cantik. Gue tau, dia akan habis diperbandingkan dengan banyak wanita lain diluar sana. Baik? Banyak wanita lebih baik dari dia. Sulit untuk saat ini mengukur, kenapa gue bisa mencintai dia. Tapi. karena menurut gue cinta tidak dapat diukur.

Kepeduliannya, pengertiannya, kepintarannya, keluguannya dalam beberapa hal, dan banyak hal yang sulit untuk gue tuliskan dalam blog ini. Beberapa hal inilah yang terkadang membuat gue tersenyum bahkan rindu untuk selalu bertemu.

Romantis adalah hal yang sulit untuk kami bangun. Pacaran macam apa yang isinya saling mengejek satu sama lain dan diakhiri tawa yang puas dari pihak yang lain. Membahas hal tidak penting, sampai yang terpenting pun kami bahas. Dan yang kami bahas pun bukan soal hubungan kami. Pembicaraan kami bisa melenceng ke kanan dan ke kiri. AC Milan, Bayern Munich, Jerman, Liga Champion, Piala Dunia, Tulisan di blog ini dan banyak lagi yang kami bahas. Selagi kami belum haus dan menuju tukas es bubble, kami akan terus membahas hal yang aneh – aneh.

Love u dear :*

Komentar
  1. Wislan Nasadi mengatakan:

    Ketahui mata anginku, wislannasadi.wordpress.com

    Suka

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s