Mindset Oh… Mindset Bagian I

Posted: 28 Oktober 2015 in Dan Lain - Lain :))
Tag:, , ,
Aha...!!!

                               Aha…!!!

Ini bukan alat cabut ketek. Tapi sebuah bahasa dari benua yang berbeda yang mempunyai arti mendalam tentang mengenal pikiran diri sendiri.

Entah cuma di Indonesia atau banyak terjadi di negara lain juga, tapi karena kita tinggal di Indonesia, mari kita bahas yang di Indonesia saja.

Mindset secara terpisah berarti Pengaturan Pikiran (Mind – Pikiran, Settting – Pengaturan). Manusia secara umum seharusnya bisa mengatur pikirannya masing – masing. Tapi di zaman global ini, sebagian manusia semakin malas untuk berpikir dan sangat mudah pikirannya diatur oleh orang lain.

Tragedi pembakaran hutan di Pulau Sumatera sudah sangat meresahkan. Bahkan sudah ada korban jiwa karena pembakaran hutan ini. Asap adalah hasil dari pembakaran hutan ini dan menyebabkan sebagian orang terkena infeksi pernapasan. Banyak orang bergantung kepada pemerintah, sekali lagi Presiden negeri ini disudutkan. Bahkan ada orang yang menuliskan kata – kata dan gambar yang sangat bodoh untuk menurunkan image presiden.

”Pak Presiden Kalau Tak Bisa Matikan Asap, Kirimkan Kami Uang Untuk ke Dokter”

Dari tulisan ini kita mendapatkan sebuah pengertian seperti ini. Seakan – akan Presiden mampu mematikan asap. Asap lilin iya, mungkin. Kirimkan uang untuk ke dokter. Presiden JokoWi melebarkan sayap UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang kesehatan melalui Kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) atau KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan dengan Kartu ini maka warga Indonesia yang kurang mampu dapat berobat secara gratis. Untuk apa kamu meminta uang? Untuk beli Play Station?

Ubah pola pikir kita, presiden bukan Tuhan yang dengan mudahnya menghilangkan asap di pulau Sumatera. Asap di Pulau Sumatera adalah tingkah laku manusia yang serakah, yang mau dengan mudah mendapatkan sesuatu. Perlu kita tahu bersama, bahwa dalam pembakaran lahan hutan, terdapat oknum – oknum. Apa kita semua tahu, jangan – jangan tetangga kita yang membakarnya? Disuruh oleh para penguasa dan mau melakukannya demi uang.

Baru – baru ini juga Presiden kita pergi ke Amerika dalam kunjungan kerjanya dan anehnya ada yang mengecam bahwa presiden lebih peduli dengan politiknya daripada warga negaranya. Coba lihat kejauh, presiden melakukan kunjungan kenegaraan adalah sebuah tanggung jawab sebagai kepala negara. Banyak yang harus dibicarakan. Tentang ekonomi global, pertahanan, dan lain – lain.

Andaikan pun presiden datang ke tempat terjadinya pembakaran, tidak akan terjadi juga bahwa bencana asap akan selesai. Kita hanya senang dengan hiburan tapi kurang mau untuk bertindak. Pasti ketika presiden datang banyak kecaman yang keluar. Misalnya “Ngapain Presiden datang kesini, emang kalo dia datang asapnya bisa hilang?!”.

Mengeluh adalah dasar prinsip manusia ketika terkena musibah. Bisakah kita bersyukur ketika terkena musibah?

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s