Minoritas Harus Punya Izin

Posted: 15 Oktober 2015 in Dan Lain - Lain :))
Tag:, , , , , , ,

Gereja dibakar

Bukan hanya sekali ini saja terjadi pembongkaran dan pembakaran gereja di Indonesia, bahkan sudah sering terjadi dan mirisnya kurang mendapat sorotan dari pemerintah, entah siapapun itu presiden atau menterinya. Kami adalah kaum minoritas yang harus mempunyai izin dalam melakukan setiap ritual keagamaan kami.

Kalian melakukan pengajian dirumah dengan menggunakan speaker kami tidak pernah memasalahkan dan memang harus mengalah. Tapi ketika kami beribadah didalam rumah, ada saja gangguannya, ada yang melempar batu, atau meng-gas motornya dengan keras ketika lewat.

Banyak alasan kalian untuk membongkar atau membakar rumah ibadah kami. Tapi satu alasan yang kurang kami terima dalam logika adalah karena kami tidak mempunyai izin untuk mendirikan tempat ibadah.

Dari pernyataan kalau kalian membongkar dan membakar gereja hanya karena tidak mempunyai izin mendirikan bangunan dari pemerintah, apakah kalian siap jika rumah ibadah atau masjid kalian dibongkar karena tidak punya izin juga?

Bayangkan betapa sulitnya mendapat izin untuk mendirikan bangunan gereja di Indonesia, selain gereja harus meminta izin kepada pemerintah setempat, gereja juga harus meminta izin kepada warga sekitar. Sulitnya adalah bagaimana jika lingkungan tempat akan berdirinya gereja dikuasi oleh kaum mayoritas? Apakah akan bisa gereja berdiri disana? Mustahil bukan?

Tapi bagaimana dengan kalian dengan mendirikan masjid? Apakah kalian harus meminta izin kepada masyarakat sekitar? Sepertinya tidak. Bahkan seenaknya kalian meminta sumbangan ditengah jalan dengan jaring – jaring agar pundi – pundi uang terkumpul banyak dan masjid kalian dapat berdiri megah.

Berapa gereja di Indonesia yang kalian pernah lihat sesuai dengan bentuk gereja di dongeng atau cerita pada zaman dahulu atau masa pemerintahan Belanda? Sangat sedikit. Sekalipun ada, itu dijadikan cagar budaya tidak dijadikan rumah ibadah.

Kami kaum minoritas sudah cukup bangga jika kami sudah bisa beribadah didalam ruko, tidak harus ditempat megah seperti rumah ibadah kalian. Bagaimana kami bersembunyi didalam sebuah mall agar kami dapat beribadah. Sedangkan kalian bebas mendirikan masjid dimana-pun sesuka hati kalian, dipinggir jalan, dalam perkampungan, komplek, bahkan disebuah pabrik saja ada sebuah masjid dan sebuah tempat wahana bermain besar pun pasti ada masjid yang indah.

Masjid kalian tidak dapat terhitung, bahkan sepanjang jalan lurus bisa 4 – 5 masjid berdiri kokoh dan bersama mengumandangkan adzan. Tanpa kami bisa protes.

Kami tidak pernah meminta keadilan di negeri ini soal rumah ibadah. Karena percuma, pemimpin kita adalah kaum mayoritas dan itu artinya pemeluk agama muslim. Disalah satu sisi beliau harus menegakkan keadilan dilain sisi dia harus membela kepercayaan yang beliau miliki sejak lahir.

Pembongkaran dan pembakaran gereja di Aceh sangat menyayat hati. Tanpa ada prikemanusiaan dan toleransi beragama.Β Jauh berbeda dengan sikap pemerintah ketika terjadi pembakaran masjid di Tolikara Papua. Pemerintah sangat sigap dan bahkan dengan cepat membangun kembali masjid tersebut. Bagaimana dengan gereja? Apakah pemerintah peduli?

http://www.beritasatu.com/nasional/314154-bupati-aceh-singkil-dituding-restui-pembakaran-gereja.html

http://www.merdeka.com/peristiwa/kapolri-beberkan-kronologi-pembakaran-gereja-di-aceh-singkil.html

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s