Manajemen Keuangan ala Anak IPA

Posted: 18 Agustus 2015 in Dan Lain - Lain :))
Tag:, , , , , , , , ,
Google Image

Google Image

Sepintas terdengar manajemen adalah pelajaran anak IPS. Tapi ada kalanya manajemen dilakukan oleh anak IPA. Dengan logika maka manajemen bisa dilakukan dengan cara seksama. Dan inilah cara manajemen keuangan ala anak IPA.

1. Ketahui Nilai Uang yang diterima perbulan

Sebagai seorang karyawan disebuah perusahaan swasta, gue punya penghasilan tetap dan menjadi tidak tetap ketika suatu hari tidak masuk kantor. Tapi diluar penghasilan tetap yang gue terima itu. Gue punya penghasilan lain, seperti jual sepatu online. Ya, kalo minat bisa PM kakak.

Nah, dari penghasilan yang gue terima perbulan ini lah gue bisa mencukupi kehidupan gue sebagai perantau di Ibukota yang keras ini. Sekeras kepala kamu. Iya kamu… Kamu….

2. Untuk apa uang itu digunakan?

Dalam me-manajemen-kan keuangan kita harus detail untuk apa uang itu di gunakan. Gak perlu – malu. Gue sebagai laki – laki menuliskan segala apa yang gue perlukan di-note handphone gue. Dari penghasilan perbulan di puncaknya sampai barisan paling bawah dikeperluan yang tidak terlalu penting dan kemudian tulis sisa dari pengurangan tersebut dengan menjadikannya tabungan. Tabungan yang tidak bisa diganggu gugat kecuali memang 100% darurat.

3. Jangan gengsi

Dalam hidup sudah pasti ada kaya dan si miskin. Nah, jika kita berteman dengan si kaya yang hobinya hangout dan di kemudian hari dia mengajak kita jalan. Pikirkan dengan matang, apa perlu kita hangout dengan dia dan dimana tempat kita hangout. Kalo bisa, lebih baik browsing tempat dimana kita akan hangout. Supaya kita bisa menghitung pengeluaran ketika disana. Dan kita juga jangan gengsi mengatakan kita sedang tidak punya uang jika memang saat itu kita sedang tidak punya uang. Daripada membuat manajemen keuangan kita berantakan lebih baik buang jauh – jauh gengsi kita untuk tidak ikut dalam acara hangout tersebut. Banyak dari kita daripada dibilang pelit, kampungan, dan lain sebagainya, berani berhutang agar bisa terlihat kece dimata orang. Nah, yang seperti ini jangan ditiru.

4. Miliki Penghasilan sampingan

Nah, balik ke nomor 1. Untuk menunjang penghasilan pribadi sebagai karyawan swasta lebih baik dari kita semua punya penghasilan sampingan. Banyak kok cara untuk mempunyai kerjaan sampingan, seperti menjadi reseller toko online, penulis majalah, koran, website, dll atau menjadi tukang ojek sepulang ngantor. Daripada boncengin gebetan gak ada hasil.

Hidup ditengah ibukota seperti ini memang keras kawan, berapa pun uang yang kita punya akan selalu merasa kurang. Makanya selain punya kerjaan samping kita juga harus bisa bersyukur atas pemberian Tuhan, jangan menggerutu terus dengan hasil yang kita terima.

5. Jangan takut beramal/ perpuluhan (kristen)/ zakat (muslim)

Banyak orang berpikir jika kita mengamalkan uang yang kita punya maka uang yang kita miliki akan berkurang juga. Iya betul. Secara penglihatan dunia maka uang kita berkurang. Namanya juga beramal ya berkurang lah uangnya. Untuk kita yang hidup berketuhanan maka selayaknya lah kita mengembalikan sekepunyaan Dia. Seperti gue yang beragama kristen maka gue wajib memberikan sepuluh persen dari gaji gue ke gereja. Dan dengan melakukan itulah maka Tuhan juga tidak akan menutup tanganNya untuk memberkati kita lebih lagi.

Mungkin gaji kita tetap dan tidak bergeming di nilai yang itu – itu saja tiap bulannya. Tapi Tuhan bisa tambahkan berkat itu dari yang lain, seperti kesehatan, atau bahkan pekerjaan sampingan kita bisa menjadi luar biasa dibuat olehNya.

Sekian dari saya semoga bermanfaat dan saya ucapkan terima kasih.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s