SMP Jilid VIII

Posted: 7 Agustus 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , ,

Ketika itu semua sudah lelah bermain bola di lapangan dekat rumah salah satu teman kami bernama Gibe. Semua duduk sambil meneguk air dingin yang diberikan oleh Gibe. Tidak diketahui siapa yang memulai perbincangan kala itu. Kami semua bercanda ria dan seketika itu juga kami hening. Dengan sebuah pertanyaan yang sedikit membuat kami menahan tawa dan kemudian kami kembali terbahak – bahak.

“Eh cewek yang Lo suka disekolahan siapa?” Tanya Agus kepada Rian
” Haha…. Kepo banget Lo ah”
“Ah dia mah suka sama Jelita anak 3.3” Kata Bambang menyeletuk
“Ciiee…..” Goda kami semua kepada Rian
“Kalo Lo suka sama siapa Be?” Tanya Rian kepada Gibe
“Kenapa jadi nanya Gue balik?” Jawab Gibe
“Pokoknya semua harus ngasih tau siapa cewek yang ditaksir di sekolah” Kata Rian kesal.

Akhirnya tibalah pertanyaan itu menuju Gue.
“Ah Lo Ndi, diem – diem aja. Siapa cewe yang Lo suka?” Tanya Budi

Pertanyaan itu menjadikan Gue kembali untuk mengingat seberkas cahaya putih yang dulu menyemangati Gue untuk berangkat sekolah. Diam beberapa saat membuat teman – teman lain menyebutkan banyak nama wanita menjadi jawaban atas pemikiran Gue.

“Mawar” jawab Gue

“Apaan Mawar?” Sebagian dari mereka shock karena dari dulu tidak ada yang mengetahui kalo Gue selalu memperhatikan Mawar. Dan karena Mawar juga bukan salah satu cewek favorit disekolah walau pun wajah cantik berada didalam dirinya.

Gue masih ingat ketika masih kelas dua. Mawar masuk ke kelas untuk meng-kampanye-kan dirinya sebagai kandidat ketua OSIS dengan menggunakan pakaian adat Manado. Saat itu kami juga disuruh memilih siapa calon terbaik yang akan menjadi ketua OSIS selanjutnya.

Menatap wajahnya kala itu bagaikan menatap pemandangan disebuah pulau yang sangat indah. Tidak ada yang perlu diragukan lagi kalau memang ciptaan Tuhan itu Mawar. Tidak pula Gue mendengarkan apa yang kandidat lain katakan. Keputusan gue sudah pasti memilih Mawar untuk menjadi ketua OSIS. Walau kala itu Mawar kalah poling dengan kandidat lain dan menjadikannya tidak terpilih.

Pembawaannya yang rendah hati menunjukan kelasnya bahwa dia adalah wanita pujaan seutuhnya buat Gue. Mawar terpilih menjadi salah satu pemain timnas basket di sekolah kami. Aneh memang kalo dia bukan menjadi idola disekolah, atau memang Gue yang tidak tau kalo diam – diam banyak yang mengidolakannya. Di kelas tiga ini Mawar berpacaran dengan seorang lelaki bernama Coco. Entah kenapa kala itu Gue sempat benci melihat kelakuan Coco ini. Lelaki tidak suka olahraga, suka ngumpul dengan banyak wanita. Bisa meluluhkan seorang pemain basket putri sekolah kami.

Jam sudah menunjukan pukul 14.00 dan bel sekolah pun sudah berbunyi. Menandakan bahwa kami sudah harus pulang. Walau pun sudah jam pulang kami para pecinta bola selalu tidak pernah lekas pulang. Kami selalu bermain sepakbola di lapangan bawah untuk melampiaskan hobi kami. Sekalipun kami bermain dengan sesama kami, tidak mengurangi keseriusan kami untuk menciptakan gol – gol ke gawang lawan. Begitu pun Gue sangat bersemangat untuk mencetak Gol. Walau posisi Gue sebenarnya bukan striker tapi mencetak gol adalah keinginan semua pemain bola. Saat Gue mencetak gol, Gue berlari dan melakukan selebrasi layaknya pemain sepakbola profesional. Ketika Gue menoleh kesebelah kanan ternyata ada Mawar yang ikut teriak ketika jadi gol. Tangannya terangkat keatas seperti ikut dalam kegembiraan kami yang baru saja mencetak gol. Sempat buat Gue menatap matanya dan membuat Gue seperti semakin bersemangat. Mawar membalasnya dengan senyuman dan tepuk tangan. Atau ada cowo lain dibelakang Gue?

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s