Seperti Menjadi Penakut

Posted: 16 Juni 2015 in Uncategorized
Tag:, , ,

Takut

Beberapa hari yang lalu gue dan teman – teman di kantor sedikit bercerita tentang suatu hubungan berpacaran dan pernikahan. Ya, dikantor sudah ada yang menikah walau gue rasa seperti masih belia. Dan ada seorang pria beberapa tahun umurnya diatas gue masih kekurangan banyak hal dalam meyakinkan wanita agar mau dinikahkan.

Pacaran adalah suatu hubungan jelas yang di dalamnya ada proses saling mengenal lebih dalam pasangan untuk tujuan masa depan (menikah). Sebenarnya berteman juga bisa dalam hal seperti ini, hanya saja bila berteman tanpa ikatan seseorang bisa saja sesuka hatinya pindah dari seseorang yang satu ke seseorang lainnya tanpa memikirkan perasaan seseorang yang lain.

Teman kantor gue berkata bahwa beda pacaran saat umur lu masih SMA dan seperti saat ini. Ada kalanya kita sulit mengatakan sesuatu hal yang takut merusak suatu hubungan. Gue sempat berpikir ” Ada tidak juga” dan kembali gue berpikir “Ga tau juga ya, gue kan belum pacaran lagi di masa sekarang ini”.

Saat diri gue masih menjajaki masa SMA hingga umur gue masuk dalam perbatasan belasan hampir menyentuh dua puluh, gue punya hampir kurang lebih lima belas mantan kalau di hitung – hitung. Kenapa gue pikir seperti mudah sekali mendapatkan pacar ketika kita belum mempunyai komitmen? Bahkan ketika SMA gue pernah berpikir untuk menyatakan cinta kepada wanita agar gue pernah merasakan yang namanya di tolak. Ya, gue belum pernah di tolak cewe secara gamblang ketika gue menyatakan cinta dimasa itu.

Suatu ketika gue merenungi hal ini, memasuki umur dua puluhan ini, gue belum pernah yang namanya mempunyai pacar. Memang ada sisi dimana seperti gue belum terlalu butuh yang namanya pacar. Tapi apa sebabnya? Apa karena gue ingin fokus ke pekerjaan? Sepertinya banyak orang yang sambil bekerja dan memiliki pacar dan pekerjaannya tidak juga terganggu. Sepertinya bukan itu jawabannya.

“Lo takut jatuh cinta lagi” Suara hati seperti berbicara. Apa iya gue takut jatuh cinta lagi? Tapi apa sebabnya? Terus hanya pertanyaan yang muncul kala perenungan itu dan tanpa jawaban yang datang.

Gue berpikir terus lebih dalam tentang hal ini. Harus ada jawabannya pikir gue. Sambil terus menjalani hidup ini, seketika gue menemukan wanita yang menurut gue “OK” untuk di jadikan pacar. Tapi entah kenapa sekali lagi ada perasaan takut untuk menaruh hati lebih dalam untuk dia. Apa karena dia pacar orang? Kayanya gak masalah kalo itu. Seharusnya kalo memang gue berani, gue hadapi apa pun yang terjadi. Biarkan dia memilih. Tapi kenapa harus gue yang menjadi takut?

“Lo punya perasaan takut di tolak” Sekali lagi suara itu terdengar di dalam hati gue. Kenapa gue jadi seperti penakut ya? Apa ini efek dari terlalu lama sendiri? Atau ini efek dari gue tidak terlalu peduli dan cenderung bodo amat mengenai pacaran?

Gue juga jadi seperti orang bodoh yang baru mengenal wanita. Gue seperti orang baru dalam dunia percintaan ini. Gue seperti lupa caranya mendekati wanita. Gue seperti lupa cara membuat wanita nyaman. Gue seperti tidak tau cara membuat wanita balik mempunyai rasa yang sama dengan gue. Gue lupa semuanya, Gue lupa caranya…..!!

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s