Cera

Posted: 12 Mei 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , , , ,

Terkadang mungkin pahit untuk melihat kenyataan, terkadang kita bahagia ketika melihat kebelakang. Cerita lama, suka, duka dan apa yang telah kita alami selama ini. Mungkin kita masih baru untuk dibilang lama, Setahun. Setahun yang lalu kita bertemu diperkenalkan oleh seseorang yang “katanya” lebih mengenal kamu. Aku gak tau masa lalu kamu, aku gak tau dengan siapa kamu berlabuh dulu. Dulu biarlah berlalu, yang aku tau aku sangat bahagia memilikimu. Tertawa, sedih, melihat dan mencari informasi, menonton video, bermain game dan masih banyak lagi yang sulit untuk dituliskan ketika aku sedang menghadap layarmu.

Sedih ketika aku harus menulis ini semua. Meratapi layarmu yang semakin menghitam bagai manusia terkena penyakit Ginjal. Bulan lalu sebelum cerita ini dituliskan. Kamu mengalami masalah dibagian jaringan. Terserang virus yang membuat kamu tidak bisa terkoneksi dengan Internet. Aku pikir disitu aku akan kehilangan kamu. Beberapa hari aku bertanya kepada hampir semua teman yang mengerti dengan sistem komputer dan semua mereka menyerah, tidak mengetahui apa yang terjadi pada sistem dalam tubuhmu. Mereka semua hanya menganalisis dan aku semakin takut kehilangan.

Kemudian sebuah petunjuk datang, kamu dinyatakan harus di install ulang, tapi dengan perlengkapan yang ada kurang memadai pasti akan ada efek – efek yang buruk dibelakangnya nanti. Demi menyelamatkanmu dari kerusakan sistem aku coba untuk melakukannya. Seminggu aku menyerahkan dirimu kepada oranglain, mencoba mempercayakan dirimu ditangan mereka. Seperti menunggu seseorang yang sedang berada di ICU. Selalu menanyakan dirimu, bagaimana hasilnya dan terus sampai akhirnya kamu kembali kepadaku. Kembali melihat dirimu, menatap layarmu, dan menekan semua papan kunci mu.

Kemudian malam itu tiba. “Krak….” terdengar seperti bunyi kaca retak dan teredam oleh sebuah kain. Tapi aku tidak peduli dan kemudian memasukkan notebook ku kedalam tas agar tidak tertinggal ketika besok berangkat ke kantor. Pagi itu datang dan aku lupa tentang bunyi semalam. Ku buka notebook ku perlahan dan ku tekan tombol power-nya untuk menyalakan, dan terpampang garis – garis dilayarnya diikuti warna hitam yang melekat pada garisnya.

“Semalam bunyi retak notebook ku ternyata” Pikir ku dalam hati. Ingin semuanya ku ulang tapi pasti tak bisa. Pikiran ku semakin kalut dan cenderung ingin meluapkan emosi. Semua itu coba aku hilangkan, mencoba menanggapinya dengan ikhas. Ini semua kesalahanku dan untuk apa aku persalahkan. Toh semua apa yang dibumi ini pasti akan lenyap. Walau pasti perasaan akan teriris bahkan mata akan mengalirkan airnya ketika semua meninggalkan kita.

Waktu kita untuk bersama sudah tidak lama lagi. Aku coba untuk mengiklhaskan mu pergi selamanya. Mataku sudah tak sanggup melihat layarmu yang semakin menghitam dan garis – garis keretakan semakin banyak.

Kamu bukan manusia tapi bisa membuat manusia bahagia.
Selamat jalan CeraπŸ™‚

Cera 1Cera 4Cera 2Cera 3

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s