Cinta bukan Penyatu

Posted: 11 Mei 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , , ,

“Kita sudah jalan selama ini. Apa kita harus mengakhiri semuanya? Entah kenapa kita diciptakan berbeda!” Kata seorang pria kepada pasangannya.
“Mungkin karena perbedaan maka cinta itu ada agar kita bisa menyatu” Jawab Sang Wanita
“Apakah kamu mencintai aku?” Tanya Sang Pria dengan lembut
“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu meremehkan cinta aku selama ini?” Jawab Sang Wanita dengan nada meninggi
“Bukan. Bukan. Bukan itu maksudku. Tapi aku hanya ingin mengklarfikasi apa itu cinta dan perbedaan”
“Apa maksudmu?” Tanya wanita dengan bingung
“Begini. Kita sudah lama saling berdampingan. Tapi kita tidak diizinkan untuk menikah hanya karena perbedaan kita soal kepercayaan” Kata Sang pria coba menjelaskan. ” Aku bertanya apakah kamu mencintai aku adalah sebuah landasan dari apa yang kamu nyatakan”
“Jelas aku mencintai kamu”
“Apa cinta kita bisa menyatukan kita. Dengan kita melihat keadaan kita sekarang?
“…” Sang Wanita terdiam dan merenung

Sedikit cuplikan percakapan tentang cinta tidak bisa menyatukan.

Bukan gue pesimis tentang cinta karena gue sudah menjomblo terlalu lama. Ya walau gue percaya ada yang lebih lama dari gue.

Apa itu cinta? Sebuah perasaan? Sebuah tindakan? Sebuah status? Atau hanya sebuah kata manis agar manusia bisa saling berdampingan?

Cinta seperti sebuah pemanis dalam kehidupan manusia. Manusia memberikan cinta kepada manusia lainnya dan begitu sebaliknya -Menerima-. Apa gue pesimis? Nggak. Gue hanya ingin berpendapat bahwa cinta sesungguhnya bukanlah kata sebagai penyatu dalam hubungan antar manusia. Kalau gue cinta sama seseorang dan begitu juga sebaliknya. Apa kami di jamin akan bisa bersatu? Tentu tidak. Banyak faktor yang membuat manusia bisa bersatu.

Sebuah syarat mencintai adalah faktor umum yang harus kita hadapi untuk bisa bersatu. Saat gue berpasangan dengan wanita berbeda keyakinan maka syarat untuk kami bisa bersatu adalah melengkapi syarat itu. Salah satu dari kami harus pindah keyakinan.

Mengutip percakapan disebuah film Indonesia tentang perbedaan, begini kira – kira.
“Gue ganteng, Lu cantik. Gue pinter dan Lu cerdas,….” Kata Sang Pria
“Gue Islam, Lo kristen” Jawab Sang Wanita
“Kalo gitu Lu jadi Kristen aja biar kita bisa menikah”
“Lu yakin mau nikah sama Gue? Tuhan Gue aja bisa Gue khianatin apalagi Lo yang cuma manusia?
“….”

Masuk akal memang jika menilik lebih jauh soal perbedaan dan cinta. Andai Sang wanita mau pindah keyakinan, bukankah dia sudah mengkhianati kepercayaan yang sudah dia jalani selama hidupnya? Bagaimana nanti jika sudah menikah? Bisa jadi kepercayaan manusia juga bisa dia khianati.

Manusia zaman modern juga tidak selalu menganggap cinta adalah sebuah yang wajib ada dalam hubungan. Ada harta, tahta bahkan faktor keluarga juga bisa menjadi faktor lunturnya cinta menjadi penyatu antar manusia.

Bahkan perkataan “Makan tuh cinta!” Menjadi momok menakutkan untuk mencintai seseorang. Manusia tidak bisa hidup dengan bermodalkan cinta. Ada materi yang dimaksudkan disana. Ada sandang, pangan dan papan yang dituntut untuk di penuhi.

Gue butuh cinta untuk hidup. Sebuah cinta yang bisa membuat hidup menjadi lebih manis tapi bukan cinta yang bisa menyatukan Gue dengan seseorang ketika Gue mencintai seseorang. Tuntut Gue untuk memberikan sesuatu yang lebih, dan bukan apa adanya. seperti lagu Tulus yahπŸ˜€

Penyatuan visi dan misi dalam berpasangan adalah mutlak untuk membangun sebuah pondasi dalam berhubungan. Tentukan arah, komitmen, serta bagi tanggung jawab kepada pasangan agar mengerti apa hal yang harus dilakukan dan tidak untuk dilakukan.

Bukankah kita hidup untuk memuliakan nama Tuhan?

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s