Cinta Bersyarat

Posted: 20 April 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , , ,

cinta-bersyarat
Beberapa minggu yang lalu kita baru saja memperingati hari Wafatnya Isa Almasih atau di kepercayaan kami Dia disebut Tuhan Yesus Kristus. Dan tiga hari kemudian kami percaya Dia telah bangkit daripada orangmati.

Bagi orang percaya Cinta ‘tak Bersyarat ada hanya pada Yesus saja. Dia mati untuk menebus dosa kita semua. Dan Dia datang pun memang untuk orang berdosa.

Siapa yang disini bisa mencintai tanpa syarat? Nggak ada yang bisa. Kalau bisa pun paling hanya sebatas omongan semata. Ya. Yesus bisa mencintai kita tanpa syarat apa pun. Tidak peduli kita jelek, kita gendut, kita pesek, kita hitam, dan bahkan tidak peduli sekalipun kita berdosa. Dia mencintai kita sama rata tanpa perbedaan.
Maka nyatalah kasihNya dalam kehidupan kita semua.

Oke. Biar agama lain juga mau baca blog ini. Gue mau bahas dari sisi dunianya.

Pacaran adalah suatu dasar atau pondasi awal kita untuk menuju suatu hubungan tahap serius. Menikah. Dalam menikah, setiap pasangan harus mempunyai cinta. Kasih/ Cinta dalam pelajaran yang gue tau adalah Kasih Eros atau Kasih yang menginginkan. Tapi sebenarnya bisa juga disebut Kasih Philia atau disebut juga Kasih antara sahabat/ saudara. Soalnya sekarang banyak status ade-kk tapi kaya pacaran. Kasih Philia deh nih๐Ÿ˜€

Kasih eros ini tertanam dalam diri manusia, bahwa laki- laki terpanggil untuk meninggalkan ayah ibunya dan bersatu dengan istrinya. Dengan demikian, perkawinan yang monogam merupakan penggambaran nyata atas kasih Tuhan yang satu (monotheism) kepada manusia. Cara Tuhan mengasihi manusia, menjadi tolok ukur/ contoh bagi kasih manusia.

Yah Balik ke Rohani lagi๐Ÿ˜€

Gue sebagai cowok normal yang terkadang (cenderung sering) menginginkan hal duniawi juga pernah merasakan namanya pacaran. Ya, jujur mungkin mantan gue ada sekitar 10 – 15 wanita. Ada yang sadar, ada yang khilaf, sebagian lagi faktof kasian.

Apakah gue tulus mencintai mereka? Gue jawab Ya. Gue tulus. Tapi apa makna tulus itu sendiri? Apakah dia judul lagu Band Radja? Atau itu nama penyanyi? Itu lho yang lagunya Gajah dan Sepatu (2 Lagu). Mari kita tengok sebentar KBBI. Tulus dalam KBBI adalah sebagai berikut:

tulus/tuยทlus/ a sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dr hati yg suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas: orang lain belum tentu berhati — kpd kita; ia menyumbangkan tenaga dan hartanya dng — ikhlas;

ketulusan/keยทtuยทlusยทan/ v kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran: dng segala ~ hatinya ia menghadiahkan sebagian hartanya kpd fakir miskin
Berarti tulus adalah kesungguhan hati dan kebersihan hati. Tulus mencintai berarti bersungguh – sungguh mencintai dengan kebersihan hati, tidak serong dan dengan demikian arti tulus sendiri berarti cerminan diri sendiri untuk oranglain. Bukan sekedar dinyatakan tapi diperbuat.
Dalam perjalanan karir gue dalam mencari cinta gue hampir sering (cenderungsering) mengatakan tulus mencintai pacar gue. Walau ada syarat dalam mencintai lawan jenis dengan tulus. Ketika gue dan pacar bertengkar hebat, terlihatlah siapa yang benar – benar tulus. Walau pada dasarnya memang tidak ada yang tulus.
Adegan ini bisa dibayangkan
Ce: Kita putus..!!
Co: Kenapa? Kamu gak boleh sepihak gitu dong.
Ce: Kamu terlalu kekanak – kanakan buat aku
Co: Sori. Tapi aku gak bermaksud apa – apa. Aku cuma niat bikin kamu bahagia.
*Jadi mungkin salah paham ceritanya guys*
Ce: Kamu cari sana cewek yang bisa terus – terusan kamu ajak bercanda
Co: Sayang… Maafin aku. Tadi memang maksud aku cuma bercanda.
Ce: Maaf aku mau pacaran yang serius bukan yang bisa jadi bahan candaan.
*mungkin konfliknya kurang jelas tapi pokoknya si cowok lagi bercanda ya*
Bagaimana contoh cinta yang ‘tak bersyarat? Cinta yang bisa menerima apa adanya. Tanpa memandang dia kekanak – kanakan atau dewasa. Gue percaya setiap orang punya tingkat kedewasaannya masing – masing. Mungkin kalian akan berpikir masih banyak kok orangtua yang berpikir seperti anak – anak. Salah..!! Sebernarnya mereka punya tingkat kedewasaanya masing – masing. Mungkin kedewasaannya tidak untuk diperlihatkan pada kita. Atau memang belum untuk di publikasikan.
Contoh seorang bapak mendengar anaknya menangis karena dipukul oleh temannya. Menurut kalian haruskah seorang bapak mengeluarkan kedewasaannya saat seperti ini? Tidak perlu juga kan? Mungkin dia malah bisa menjadi seperti badut untuk anaknya agar si anak bisa terhibur. Toh si bapak tidak melihat anaknya dipukul, mungkin malah bisa jadi anaknya duluan yang nakal. Andai dia tau anaknya dipukul pun apa yang harus dia perbuat? Apa harus memukul kembali teman sang anak? Bukan itu malah membuat si bapak seperti anak kecil?
Lihat kedewasaan si Bapak terlihat ketika dia menjadi seperti badut untuk menghibur anaknya yang sedang menangis.
Kembali kepada konflik pacaran tadi. Syarat yang diberika kepada si cowok adalah supaya si cowok bisa merubah menjadi dewasa tidak seperti anak – anak yang terus bercanda dalam kehidupan ini. Tapi apakah kamu mau serius menerus dalam menghadapi kehidupan ini?
Terkadang banyak kebaikan tertutup oleh satu keburukan yang kita miliki.
Kemudian banyak lagi syarat yang harus kita miliki hanya untuk mendapat pasangan. Terkadang jujur salah jadilah kita berbohong.
Ce: Bebz. Kamu suka aku kenapa sih?
Co: Kamu baik bebz, lucu, imut, gemesin, cantik dan perhatian
Ce: Maaci bebz *mukamerah*
Apa yang terjadi kalau si cewe tidak baik, garing, pait, jelek?
Ce: Bebz. Kamu suka aku kenapa sih?
Co: Kamu jahat bebz, agak garing sih, kamu jelek bebz
Ce: PERGI KAU DARI HADAPAN KU…!!!! *mukamerah*
Itu baru segelintir syarat yang harus kita penuhi hanya untuk mendapatkan pasangan. Belum yang lain – lainnya yang terkadang membuat hubungan putus dijalan. Karena semakin lama kita menjalin suatu hubungan, biasanya cenderung semakin banyak syarat dalam mencintai.
Seperti wajib lapor, menjadi alarm, tukang ojek, sampai menjadi bodyguard gratis.
Do you love me?

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s