Belum

Posted: 25 Maret 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , , ,

Hampir 23 tahun sudah gue hidup di dunia ini dan entah kenapa Gue belum pernah ngerasa mempunyai yang namanya Sahabat. Sahabat itu apa sih? Pengertiannya bisa kok dicari di google atau wikipedia. Tapi apa sesederhana itu mempunyai seorang sahabat itu? Mungkin pengertiannya bisa kita dapatkan di media sosial atau media cetak, tapi untuk pengaplikasiannya haruslah di dunia nyata. Menemukan sahabat bagi gue adalah seperti mencari garam di air laut. Harus banyak proses yang dilalui agar air laut itu menjadi garam.

Dalam membina persahabatan sendiri harusnya memiliki tujuan, sama umumnya seperti kita semua dalam melakukan sesuatu hal. Kalau tujuan kita memiliki sahabat hanyalah untuk bersenang – senang dan bahkan hanya kumpul – kumpul rame maka itu bukanlah seorang sahabat.

Dibilang cerdas mungkin tidak. Gue hanyalah juara 4 ketika SD dan tidak pernah masuk daftar 10 besar ketika SMP dan SMA. Tapi dalam menghadapi masalah, terkadang gue sudah tau dalam menyelesaikannya. Ketika bercerita atau berkeluh kesah dengan seseorang dan ketika datang dengan jawaban standart. Disitu kadang gue merasa sedih. Untuk apa gue cerita kalau gue sendiri sudah tau jawabannya? Akhirnya hanya memaki diri sendiri.

Memang gue akui, ketika kita menghadapi masalah. Pahlawan dan musuh kita dalah diri sendiri. Kuat menghadapinya? Kita menjadi pahlawan. Lemah? Dan kita menjadi pecundang.

Apakah ketika kita bercerita dengan seseorang lantas masalah kita selesai? Jelas tidak. Mungkin sebagian orang ingin masalahnya selesai ketika ada seorang sahabat bisa membantunya dalam menyelesaikan masalah padahal tidak. Mungkin yang kita rasakan adalah perasaan lega ketika uneg – uneg dalam diri kita sudah terlampiaskan. Maka itu bayaran Psikiater mahal. Siapa yang mau bekerja hanya mendengar keluh kesah banyak orang? Masalah gue aja banyak. Tambah lagi dengerin masalah Lo. bikin mumet aja!

Nah, mungkin karena inilah gue gak (belum) punya sahabat. Belum ada yang mau dengerin curhatan gue sampe budek. Andai ada pun orang itu hanya memberikan jawabn standart dan tidak ada efek menguatkan.

Seorang sahabat biasanya mau berinteraksi intens dengan sahabatnya. Peka dan tidak gengsi untuk memulai sesuatu. Contohnya saja, ketika temannya mengupdate sesuatu di media sosial dengan kata sakit. Pasti dengan peka sahabatnya akan bertanya sakit apa atau malah mengejeknya dengan artian menghibur.

Dilingkungan gue berada entah kenapa jauh daripada itu. Gue pernah sekali update foto kaki yang sedang terkilir sehabis bermain futsal. Subhnallah… Gak ada yang nanya. Kasih kekuatan aja gak ada. Kadang gue berpikir, kalau gue mati lo semua pada dateng gak ya? Atau lo pikir itu cuma trik gue buat caper?

Seorang sahabat adalah seorang yang bisa menjadi motivator juga dalam kehidupan kita. Memberikan nasihat dan mendukung apa yang sedang kita kerjakan. Gue pernah bercerita kepada teman dilingkungan gue tentang cita – cita. Hari berlalu ya berlalu aja. Gak ada tuh yang nanya. Gimana bro prospect impian lu? Ayo bro pasang target biar bisa sukses! Subhnallah…!! Gak ada guys yang bilang gitu.

Dalam berbisnis juga seperti itu. Gue jualan sepatu, ya mungkin memang harganya relatif mahal. Teman – teman gue tidak ada sama sekali mengsupport dalam bisnis ini. Dalam hal mengsupport kan ada banyak hal. Bantu dalam promosi misalnya, sepintas ada seseorang yang butuh sepatu bisa diarahkan ke gue. Subhanallah lagi, mereka malah lebih baik ke toko orang lain walau harganya beda 10rb.

Entah kenapa teman gue di dunia maya bisa lebih care daripada kehidupan di dunia nyata. Mereka bisa memberikan support dan memberi gue senyum ketika gue mulai lelah. Mereka juga mau bercerita dan mempercayakan rahasianya kepada gue. Karena mereka percaya bahwa gue adalah orang yang tepat untuk bisa diceritakan. Bayangkan ada seorang teman gue di Surabaya tanpa basa/i minta curhat di bbm dan menentukan jam curhatnya. Ada juga teman di Bali mau bercerita tentang keluarganya, pekerjaannya bahkan sampai hubungan asmaranya mau diceritakannya kepada gue.

Yang membuat gue bingung adalah kenapa orang yang jauh disana dan bahkan gak gue kenal bisa menjadi seperti sahabat bagi gue dan orang terdekat malah seperti tidak memiliki arti apa – apa. Mereka yang jauh yang malah banyak mengsupport hidup gue.

“Ndi tulisannya diblog bagus”
“Ndi tulisannya diblog jelek”
“Ndi temen aku mau beli sepatu kamu. Harganya berapa?”
“Andi kapan punya pacar? Betah banget Jomblo”
“Andi sakit ya? GWS Andi”
“Andi lagi punya masalah ya? Cerita sama aku, mungkin aku bisa bantu”
“Ayo Andi semangat kamu pasti bisa raih impian kamu”

Kata – kata seperti ini jarang dan bahkan hampir tidak pernah keluar dari teman terdekat gue.

Keceriaan gue gak selamanya ceria di dalam hati. Gue juga bisa nangis ketika gue gak punya sahabat untuk berkeluh kesah dan saling mendoakan. Jawaban kalian mungkin akan terdengar standart tapi ketika kalian ada dan ada untuk menguatkan maka kalian lah SAHABAT.

Catatan: Kenapa disini gue lebih menulis sahabat ketika masa sukar. Karena ketika kita bahagia sudah pasti banyak orang yang akan menjadi sahabat kita, tapi ketika sulit. Apakah dia akan ada disekitar kita? Itu. #DaunSalam

Sahabat juga biasanya mau ikut andil dalam hidup sahabatnya. Ikut berperan dalam kesusahan dan kesuksesannya.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s