Aku dan Kamu

Posted: 15 Maret 2015 in Uncategorized
Tag:, , ,

Lahir beda sehari, sama – sama anak kedua, bahkan nama panggilan kami agak mirip belakangnya dan di pertemukan disebuah jejaring sosial walau akhirnya terpisah hanya oleh sebuah rasa yang telah hilang. Cinta.

Dia pernah cinta sama gue? Gak tau juga sih. Biarin aja gue yang pede kalo dia pernah cinta sama gue.

4 tahun lalu, dimana belum mengenal dasar arti rasa cinta. Mencintaimu hanya dari bibir, bukan dari hati. Mungkin itu pendapatmu tentang diriku. Atau mungkin aku yang terlalu bodoh masih terus membuka hati ini buat kamu kembali.

Sejenak aku pernah lupa tentang kamu. Iya hanya sejenak. Dan kemudian Tuhan mengembalikan ingatan itu lewat pertemuan kita yang sudah Tuhan tulis lewat skenarionya.

Aku tau, aku akan merasakan perih saat harus bertemu kamu kembali. Kamu katakan bahwa kamu akan menikah ditahun ini. Wow.. Entah aku harus bahagia atau menangis di hadapanmu.

Munafik. Iya aku munafik saat itu, mengatakan bahwa aku bahagia mendengarnya. Cinta tidak harus memiliki? Persetan dengan kalimat ini. Kalian yang tidak pernah merasa mencintailah yang layak mendapatkan kalimat ini.

Lewat keegosianmu terkadang aku kesal, kesal itu juga yang kadang membuatku tersenyum dan ingin memelukmu lebih hangat. Keras kepala, ini salah satu sifat yang kamu miliki. Kadang kami harus beradu argument hanya masalah kecil dan cepatnya bibirmu yang tipis itu mengatakan putus atau bahkan kata ampuh wanita akan keluar dari bibirmu “TERSERAH”

Sejenak kita kembali akur, dan intens. Sejenak juga sikapmu dingin kepadaku. Dirimu bagai musim pancaroba, terkadang hujan dan terkadang panas dan dengan mudah membuat orang lain sakit.

Kamu inget saat kita pulang malam? Dan kamu peluk aku diatas motor yang sebelumnya kamu bilang aku terlalu kurus untuk dipeluk? Haha…..

Sekarang semuanya berubah. Dengan berbagai macam alasan kamu tolak tawaran aku untuk menemuimu. Bahkan saat aku punya niat baik menjengukmu dikala sakit. Bukan aku kurang inisiatif dengan langsung saja datang tanpa meminta izin. Tapi aku tau sifat kerasmu yang sulit terpecahkan. Aku tau kamu bisa saja mengusirku ketika aku datang tanpa izin. Aku tidak mau itu terjadi dan semakin merusak hati ini.

Baru beberapa jam yang lalu aku mendengarkan suaramu lewat souncloud, dan bodohnya kenapa aku baru tau. Suara kamu merdu, dan indah. Aku kangen suara kamu, aku kangen makan bareng sama kamu, aku kangen kesabaran kamu menuntun aku lewat gang – gang perkotaan, aku kangen kamu yang dulu walau itu akan sulit terulang lagi.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s