Rasa Cinta. Masako atau Royco

Posted: 11 Maret 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , ,

Cinta dapat membuat semua orang berubah. Seseorang yang sudah mengalami rasa cinta pasti suatu harga mati orang itu akan menjadi seseorang yang baik. Ya, ya, ya. Baik itu relatif memang.

Contoh: Seorang pria rela mengantar – jemput pacar/ istri nya sekalipun itu jauh dan jalanan penuh dengan kemacetan. Seorang pria akan rela menunggu pacar/ istrinya di salon atau menanti kehadirannya di restoran tempat mereka akan dinner. Telat bukan menjadi hukuman dalam percintaan.

Cinta yang ada pada seseorang pada dasarnya akan tulus keluar dari dalam hati. Ingat sekali lagi, bagi mereka yang sudah merasakan cinta. Seorang preman akan terlihat kasar ketika berada di areanya mencari nafkah. Tapi lihat lah sosoknya ketika bertemu dengan anak istrinya di rumah. Preman juga manusia. Iya memang, tapi bukan hanya sekedar sebagai manusia. Melainkan Tuhan memang sudah menaruh rasa cinta kepada setiap orang. Hanya saja, kepada siapa rasa cinta itu akan kita berikan? Itu.

Dan tolong jangan di perdebatkan tentang cinta dan sayang. Cinta dan sayang sesungguhnya adalah rasa yang sama hanya beda merk. Anggap saja mereka Masako dan Royco, mereka adalah penyedap rasa tapi beda merk.

Yang mau gue sampaikan dalam tulisan ini adalah bagaimana kita peka terhadap rasa cinta. Setiap kita sudah pasti memiliki rasa itu. Tapi -kembali keatas- kepada siapa rasa itu akan kita berikan dan apakah orang yang akan kita beri bisa menerimanya?

Kita punya cinta. Dan cinta adalah sebuah rasa. Berarti secara dasar harus ada orang yang merasakan rasa cinta kita agar orang lain tau kalau kita punya rasa cinta di hati kita.

Sama seperti dasarnya penyedap rasa, harus ada masakan agar penyedap rasa itu berguna. Begitu juga cinta, harus ada orangnya maka cinta itu bisa kita berikan.

Agar orang lain peka bahwa kita ingin memberikan rasa cinta kita kepada mereka, kita harus sadar terlebih dahulu. Seberapa besar cinta kita buat mereka. Memasak sayur dengan air kurang lebih 10 liter, tidak mungkin hanya menggunakan satu sendok teh penyedap rasa. Maka itu kita harus sadar komposisi cinta kita untuk orang yang kita tuju. Dan layak kah mereka diberikan rasa cinta kita yang besar?

Pakai sistem ekonomi juga perlu dalam hal mencintai, agar rasa cinta yang kita miliki tidak habis sia – sia dengan orang yang salah.

Biasanya banyak hal yang membuat kita mau memberikan rasa cinta kita kepada seseorang. Misalnya saja rasa nyaman dan mau bayarin makan, eh. Iya bisa jadi juga sih😀

Faktor kenyamanan ini seperti konsep perumahan, kalau anda sudah nyaman pasti tidak mau pindah dan bahkan sulit untuk pindah, kalau mau di bayarin makan biasanya konsep matrealistis sih.

Tapi, rasa nyaman saja tidak cukup untuk memiliki rasa cinta dari seseorang atau pun sebaliknya. Akan sulit menjelaskannya karena setiap kepribadian punya keinginan masing – masing dan ingin rasa cinta seperti apa. Mau yang Masako atau Royco. Mau rasa ayam atau rasa sapi.

 

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s