Biasa (Kecewa)

Posted: 27 Februari 2015 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , ,

Kecewa

Gue inget sekitar bulan Juli tahun lalu, komunitas gereja tempat gue beribadah bikin sebuah acara di Situ Gintung, Tangerang Banten. Dengan mengusung tema “Unlimited Gathering” kami semua diajarkan untuk saling mendukung dalam pelayanan. Tidak ada yang senior dan tidak ada yang junior. Karena dalam hal melayani Tuhan tidak ada batas – batasan khusus.

Sebuah kalimat dari sang pembicara masih melekat dalam ingatan gue saat ini, yaitu belajar terbiasa kecewa. Maksud dari perkataannya adalah jika kita dikecewakan orang lain kita sudah terbiasa dan sudah kuat (Khususnya dalam melayani Tuhan).

Bagi gue, belajar terbiasa kecewa tidak harus hanya dalam melayani Tuhan tapi juga dalam kehidupan sehari – hari. Karena kekecewaan paling mudah kita temui adalah dari orang terdekat kita. Semakin dekat kkita dengan seseorang, semakin rentan juga kekecewaan itu datang.

Dalam kehidupan ini, gue lumayan sering dapet beberapa hal kekecewaan. Dan selama ini juga gue kadang belum cukup kuat dalam menerima kekecewaan ini.

Dalam hal belajar tentu tidak ada kata akhir. Proses belajar adalah proses yang akan terus kita lewati seumur hidup kita sampai akhir menjemput.

Sekitar 3 tahun lalu, gue kecewa dengan salah satu wanita yang sempat membuat gue terpuruk.

Hari itu gue gak masuk kerja hanya karena ingin ketemu dia. Janji jam 7 pagi dan dia datang sekitar jam 12 siang. Menunggu 4 jam? Buat yang orang kita sayang, kayanya gak masalah. Oke. Gue senang dia datang tanpa kekurangan sesuatu. Tapi, apa rasanya sudah menunggu 4 jam dan kemudian dia datang hanya untuk mengatakan kalimat perpisahan. Baca, putus.

Melewati 3 tahun terakhir. Gue rasa, rasa kecewa gue sudah hilang. Gue sudah kembali mulai berani berkomunikasi lagi dengan dia. Semakin intens bahkan. Sempat berangkat dan pulang kantor bareng. Padahal kami beda kantor.

“Oiya, Sabtu depan aku ada rencana ke Bandung. Kamu mau ikut?”
“Boleh tuh”

Untuk memastikan kembali, gue coba bertanya lagi kepada dia dalam beberapa hari kedepan.

“Sabtu ini jadikan?”
“Iya, Sabtu ini pasti jadi kok”
“Yaudah, hari Jumat aku jemput ya”
“Oke”

Jumat

“Kamu dimana? udah dirumah belum?” Tanya gue lewat BBM
“Lagi makan sama temen”
“Dimana?”
“Ditempat biasa”

Beberapa menit kemudian

“Ndi gausah jemput. Kayanya aku gak jadi ikut ke Bandung”

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s