CAM00874[1]

Satu lagi film Indonesia bergenre drama percintaan hadir di bioskop tanah air. Film yang dibintangi oleh artis pendatang baru Shawn the Sheep eh Shawn Adrian Khulafa (Farel), artis wanita yang sepertinya sudah beranjak besar Yuki Kato (Rachel), Ari Wibowo (Ayah Farel), Aida Nurmala (Mama Farel), Unique Priscilla (Bunda Rachel), Fandi Christian (Nico), dan beberapa Cameo seperti Indra Bekti, Joe Richard, serta beberapa standup comedian ada didalam film ini, seperti Uus, Mc Danny, dan Mo Sidik.

Diawali kenangan pada masa kecil, masa ditaman kanak – kanak. Rachel menggambar sebuah Kastil disebuah kertas dan ditengah rerumputan New Zealand.

Ada seorang anak kecil sedang memperhatikan Rachel menggambar yang kemudian ibu sang anak tersebut mengajaknya untuk pergi dan jangan mendekati orang yang tidak dikenal.

“Surga ditelapak kaki ibu” itu yang ada dalam benak Rachel.

Rachel kecil mempunyai sahabat ketika dimasa kanak – kanak, yaitu Farel. Mereka sangat akrab ketika disekolah, bahkan keakraban itu juga terjadi ketika sampai dirumah. Ya, mereka tinggal bertetanggaan.

Keakraban mereka pun sangat terlihat ketika mereka ikut dalam sebuah pentas disekolah mereka, Rachel bernyanyi dan Farel bermain Piano -semua lip sync-.

Entah karena alasan apa, mama Rachel sangat membenci keluarga Farel. Kasian lho, udah yatim dibenci lagi. Menurut logis gue, walau memang tidak logis juga. Ada dua sebab mama Rachel membenci Farel, yang pertama yaitu karena bawa sial. Karena dimana setiap ada Farel, Rachel selalu celaka. Aneh sih memang padahal ini bukan film hantu. Alasan kedua adalah karena keluarga Farel termasuk keluarga miskin. Mungkin penulis di film ini belum mengerti miskin secara materi, atau dia belum pernah merasakan miskin. Orang miskin mana yang rumahnya lumayan besar, punya beberapa kamar, lantai di keramik dan bahkan punya piano di dalam rumah. Gue rasa, orang miskin lebih baik gak punya piano daripada gak makan.

Memasuki pertengahan cerita. Keluarga Rachel harus pindah ke New Zealand. Aneh yang gue lihat, kenapa mereka harus pindah. Atau gue yang gak fokus nontonnya, karena disebelah gue ada mantan. Iya bener, gue nonton bareng mantan.

Saat Rachel sudah lulus sekolah di New Zealand dan berumur tujuh belas tahun. Rachel boleh memilih jalan hidupnya sendiri, karena begitu janji mamanya kepada Rachel ketika kecil sebelum mereka berangkat ke New Zealand.

Impian Rachel sendiri adalah kembali ke Indonesia, dengan tujuan untuk bisa bertemu kembali dengan Farel. Mendengar permintaan Rachel, mamanya sempat tidak setuju, namun Ayah Rachel sepertinya setuju untuk kembali ke Indonesia. Karena sudah waktunya untuk mereka kembali.

Sesampainya di Indonesia. Rachel sibuk dengan rencana untuk mencari Farel. Tapi, dilain sisi mama Rachel ingin menjodohkan Rachel dengan Nico. Teman kecil Rachel yang lain. Gak tau gue kapan mereka temanannya, gak ada di cerita kenangan waktu kecil soalnya.

Disisi lain harus taat pada perintah orangtua. Rachel terpaksa harus jalan – jalan dengan Nico. Sampai akhirnya Rachel melarikan diri dari Nico dan singgah di sebuah cafe untuk beristirahat sejenak.

Ditempat yang sama, ternyata Farel bekerja part time sebagai pemain musik di cafe itu. Namun sepertinya semesta belum mendukung untuk mereka bertemu. Mama Rachel menelfon agar Rachel segera pulang, karena Nico sudah dulu sampai dirumah dan tanpa dirinya.

Suatu ketika Rachel dilarang lagi untuk keluar rumah tanpa Nico dan dia coba mengurung diri dirumah. Ketika sedang menyalakan tivi, ada sebuah tayangan pencarian bakat dan menampilkan seorang pria ingin menampilkan bakatnya, yaitu bermain piano.

Dengan banyak tanya, diketahuilah bahwa pianist tersebut bernama Farel dan dia menjabarkan semua alasannya untuk mengikuti ajang pencarian bakat tersebut. Dengan modal itu, pergilah Rachel menemui Farel dirumah lamanya. Dengan harap bertemu dengan Farel tentunya.

Seperti tidak yakin Rachel ingin memasuki rumah Farel, yang kemudian Farel muncul dari belakang memanggil namanya dan mereka akhirnya saling mengenal dan berpelukan untuk menghilangkan rasa saling rindu mereka.ย Setelah mereka bertemu, mereka pun mencoba mengulang kembali memori dimasa lalu. Sampai Rachel mengantar Farel ke pentas pencarian bakat.

Ketika mama Rachel tau kalau Rachel sudah kembali dekat dengan Farel. Naiklah amarahnya. Mama Rachel menjemput Rachel ketika mereka sedang berlatih untuk tampil di ajang pencarian bakat tersebut.ย Akhirnya, Rachel pun dikurung didalam kamar dan tidak boleh keluar rumah.

Rachel sepertinya lahir menjadi anak yang keras kepala. Hampir siapa pun tidak bisa melarangnya. Rachel mencoba kabur untuk bisa menemui Farel, namun usahanya selalu gagal. Opsi terakhir dari mama Rachel adalah kalau Rachel mau makan malam dengan keluarga Nico, maka Rachel diizinkan untuk bertemu dengan Farel.

Dengan ide ala kadarnya yang tersimpan diotaknya. Rachel menghalalkan segala cara untuk bisa bertemu dengan Farel. Rachel pun membujuk Nico untuk mau mengantarkan dia bertemu dengan Farel. Kali ini Rachel berhasil, walau sampai dirumah Rachel harus menerima maki – makian dari mamanya sendiri.

Hari pentas tiba. Farel harus duet dengan Rachel jika lolos ke babak berikutnya, itu yang diminta sang host dibabak sebelumnya. Tapi, bagaimana cara Rachel bisa sampai diacara itu sedangkan dia dilarang keluar rumah?

Nico! Iya. Nico sekali lagi menjadi jalan Rachel untuk bertemu dengan Farel. Niat Nico mengantar Rachel ternyata tidak setulus yang Rachel pikir. Rachel dibius ditengah jalan didalam mobil dan kemudian dibawa kesebuah gudang, yang entah dimana tempatnya.

Rachel ditampar, wajahnya dilumuri es krim coklat, tangannya diikat kebelakang dengan posisi duduk disebuah kursi. Nico terlihat seperti seorang psikopat kali ini.

Ditempat lain. Farel sangat panik menunggu Rachel, karena waktu tampil sudah sebentar lagi. Dengan usaha yang giat, akhirnya Rachel bisa mengirimkan pesan kepada Farel untuk meminta pertolongan kepada Farel beserta titik koordinat dimana dia disekap.

Pahlawan pun datang, dengan motor pinjaman security. Farel sampai ditempat tujuan. Dengan mengendap – ngendap Farel mencoba menyelamatkan Rachel dari sekapan Nico. Tapi ternyata tidak semudah itu, Nico datang dan kemudian memukul Farel. Terjadilah saling pukul antara sang pangeran dan pejahat untuk menyelamatkkan sang puteri.

Mereka pun bebas dan berusaha untuk menjauh dari Nico secepatnya. Tidak semudah itu juga ternyata. Nico mengejar mereka dengan mobilnya yang dilaju dengan kencang. Sampai akhirnya Rachel dan Farel ditabrak oleh Nico.

Yeee selesai ceritanya. Mati dua – duanya.

Gue udah mau pulang tadinya. Ternyata masih ada sambungannya.

Farel dan Rachel sudah sampai di pentas ajang pencarian bakat -Gak jadi mati nih pikir gue-. Tapi ada yang aneh, semua orang tidak ada yang bisa melihat mereka. Mereka sendiri akhirnya mendengar kabar atas diri mereka, bahwa mereka telah ditabrak oleh Nico. Rachel dalam keadaan koma dan Farel dinyatakan meninggal.

Dalam perjalanan kerumah duka, Farel hidup kembali. Tersadarkan oleh dunia akhirat yang sangat indah, namun dia lebih memilih untuk kembali. Ditempat lain, Rachel dalam keadaan koma. Alat bantu nafas dan infus terlihat terpasang ditubuh Rachel.

Roh Rachel yang sudah tidak ditempatnya, mulai berjalan menuju akhirat yang indah. Dunia yang tidak adil seperti membuatnya enggan untuk kembali. Hubungan kasih sayang yang dijalani dengan Farel ditentang keras oleh mamanya sendiri.

Saat Farel sudah sadar, dia berpikir cara untuk memanggil roh Rachel kembali agar mau mengisi tubuhnya yang kosong. Dengan membawa piano ke rumah sakit -cuma difilm ini aja kayanya- Farel memainkan piano dengan nada – nada lagu yang pernah mereka duetkan.

Tak menunggu lama, akhirnya Rachel sadarkan diri dan kembali pulih dari komanya.

Farel dan Rachel pun tiba di New Zealand dan sambil melihat kastil yang di impikan Rachel, sama seperti gambar ketika kecil yang dulu dia gambar untuk Farel.

Gak ada yang salah dengan cerita di film ini, ya walau menurut gue seperti plintiran film Romeo & Juliet. Cuma agak aneh aja film yang seharusnya romantis tapi ditonton hanya kurang lebih dari 7 orang disebuah bioskop.

Gue, mantan gue -sebut saja Nindy-, dan 1 keluarga -gak tau jumlahnya tapi kayaknya 5 orang-.

Harusnya setelah nonton film ini, gue bisa dapet efforts romantis sama mantan gue. Balikan kek gitu -Ngarep-, tapi malah sebaliknya. Gue malah ngerasa horor. Pas keluar bioskop mall udah sepi dan semua toko sudah tutup. Cuma gue dan Nindy yang keluar bioskop saat itu dan beberapa orang petugas bioskop. Gak tau kemana keluarga yang nonton bareng gue itu tadi.

Ya itulah. This is Cinta

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s