Terlalu Lama Sendiri

Posted: 29 Desember 2014 in Uncategorized
Tag:, , , , ,

Pria Jomblo

Sebelum baca ceritanya mari kita dengarkan lagunya dulu. http://youtu.be/DANYP9wXGi0

Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Pagi ke malam hari tak pernah terlintas di hati
Bahkan di saat sendiri aku tak pernah merasa sepi
Sampai akhirnya kusadari aku tak bisa terus begini
Aku harus berusaha tapi mulai darimana

Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Teman-temanku berkata yang kau cari seperti apa
Ku hanya bisa tertawa nanti pasti ada waktunya
Walau jauh dilubuk hati aku tak ingin terus begini
Aku harus berusaha tapi mulai dari mana

Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Jauh di lubuk hati aku tak ingin sendiri

By: Kunto Aji

Beberapa hari Rachel udah gak ada kabar. Padahal, baru beberapa hari juga kami resmi menjadi sang kekasih. Telefon gak diangkat, sms juga ga dibales. Sebenarnya apa sih kesibukan dia? Setau gue Rachel hanya seorang marketing disebuah perusahaan dimana gue juga pernah bekerja disana. Apa dia ada kegiatan lain ya selain kerja? Tapi kok gak pernah cerita? Semakin memikirkannya, semakin banyak hal negatif yang gue dapet.

“Sayang, kemana aja sih kok gak ada kabar?” Tanya gue lewat telefon setelah akhirnya dia mau mengangkat telefon gue.
“Sori, kemarin aku lagi makan sama mama, jadi gak bs angkat telfon. Soalnya mama gitu, aturannya kalo makan gak boleh sambil ngobrol, sms-an aja kadang ditegor”
“Hhmm… Gitu. Trus kamu sekarang lagi apa? Kok rame banget kayanya”
“Lagi di mall, lagi jalan sama mama. Eh udah dulu ya sayang, belanjaan mama banyak banget nih”
“Oh, iya. Hati – hati ya. Salam sama …

tut tut tut …..

Semakin mendekati tahun baru, Rachel semakin tidak ada kabar. Semakin membuat gue berpikir negatif tentang dia. Apa salah gue berpikir negatif saat pacar sendiri beberapa hari tanpa kabar? Iya, salah. Tapi mau mikir positif susah banget. Jujur aja, Lo juga gitu pasti. Iya Elo yang baca maksudnya.

Titunitinutunitinut…. (bunyi nada telpon ceritanya)

“Ndi”
“Iya, aku?”
“Iya kamu lah. Bego banget sih” *sejujurnya percakapan ini gak ada*
“Kamu kemana aja sayang? Kok gak ad kabar gitu sih?”
“Maaf ya gak ngabarin Kamu”
“…”
“Aku bener – bener minta maaf juga”
“…”
“Aku mau kita putus. Maaf juga selama ini aku bohong”
“Iya. Aku tau kamu bohong”
“Aku selama ini jalan sama mantan aku yang di Swiss, dia dateng ke Jakarta buat minta balikan dan aku juga masih sayang sama dia”
“Hhmm… Gitu”
“Kamu gak marah? Gak kecewa? Gak sedih?”
“Harus?”
“Gak juga sih”
“…”
“Yaudah kalo gitu, maaf ya Ndi. Bye”

Marah? Kecewa? Sedih? Itu sudah pasti, seharusnya gak usah ditanyakan. Yang bikin gue bisa tegar adalah semua tentang mantannya. Dia rela datang jauh dari Swiss hanya untuk menyatakan rasa cintanya kepada Rachel, its so sweet guys. Gue semakin rela melepas Rachel. Wajar, mantannya tinggal di Swiss, bekerja atau kuliah sudah pasti dia memiliki materi yang bisa mencukupkan Rachel nantinya, dan gue rasa juga pasti pria itu tampan, lebih tampan dari gue. Campuran yang sangat membanggakan orangtua pastinya ketika nanti sang cucu akan terlihat lucu dan imut. Membuat bahagia orang yang kita sayangi, bisa dengan banyak cara. Jangan paksakan diri kita membuatnya bahagia, biar dia pilih sendiri kebahagiaannya.

Kembang api mulai mewarnai langit gelap di angkasa. Kontras dengan hati gue yang gelap tanpa ada yang mewarnai. Kegelapan -tunjuk: dada *jangan dada jupe- di penghujung tahun dengan warna/i kembang api itu pun berlangsung.

Tiga tahun lalu itu kini terngiang kembali saat mulai mendekati malam tahun baru. Tiga tahun yang hanya sendiri, melewati dunia ini sendiri. Hampir tidak pernah terpintas untuk mencari pengganti Rachel. Rutinitas membuat gue lupa dengan asmara. Hanya kadang, pertanyaan dari teman yang membuat gue seperti berpikir bahwa gue gak boleh selamanya sendiri. Lama gak merasakan jatuh cinta, seperti bingung untuk kembali memulai. Bagaimana caranya?

Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
Lama tak ada yang menemani rasanya

Jauh di lubuk hati aku tak ingin sendiri.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s