Hak Prerogatif Jomblo

Posted: 29 Oktober 2014 in Uncategorized
Tag:, , ,

bangga jadi jomblo

Tahun – tahun gak berasa cepat berlalu, bahkan hari – hari begitu cepat berlari seperti pelari Olimpiade. Mereka berlari untuk mencapai puncaknya yaitu akhir tahun. Bicara tentang akhir tahun, sudah hampir tiga tahun gue merasakan gimana rasanya single, kadang sampe iri sama Liliana Natsir yang duet terus sama Tantowi Ahmad.

Udah hampir lima tahun juga gue jauh dari nyokap, jadi perantau memang kadang banyak juga dilemanya. Dulu tempat gue cerita ya Nyokap, walau kadang jawabannya standard tapi itu yang bikin gue comfort banget sama Nyokap. Sebenernya sih tempat gue buat cerita pasti ada aja, bisa sama abang gue buat saling tukar pikiran atau orang lain yang memang menurut gue bisa memberi suatu wawasan yang baru buat gue dalam hal banyak.

Sampe batas ini pasti lu bingung bacanya, ini mau bahas tentang apa sih nih blog. Hehehe….
Iya, gue mau bahas tentang sebuah pilihan dan itu intinya dan gimana ngalirnya aja deh. Hahaha…

Single atau jahanamnya dibilang Jomblo, kenapa Jahanam? ya karena banyak orang gak terima dibilang Jomblo lebih suka dibilang Single, padahal sih sama aja udah artinya. Sendiri, tanpa atau belum ada pasangan.

Seperti apa yang udah gue bilang diatas tadi, gue jomblo udah hampir tiga tahun. Kenapa gue jomblo? Gue merasa di umur gue yang saat ini meranjak semakin dewasa, udah saatnya juga untuk gue lebih serius dalam memilih pasangan. Karena dalam memilih pasangan kita harus bisa memilih mana yang terbaik dari yang terbaik. Karena pacaran juga menurut gue tahap serius untuk saling mengenal satu sama lain dalam menjalani mahligai pernikahan nantinya.

Dalam menjalani pacaran banyak orang yang tidak mengerti fungsinya, kadang hanya untuk status dan tidak malu karena dianggap tidak laku. Gue sih terserah masyarakat menilai gue apa, tidak laku laku lah, terlalu memilih, banyak alasan dalam berbagai hal, yang penting bagi gue pacaran saat ini bukan sekedar status tapi suatu ikatan kecil yang akan menggulung gue ke dalam ikatan yang semakin besar.

Banyak orang berpacaran hanya karena hal sepele lalu putus, kalo dalam berpacaran saja sudah tidak punya mental dalam menyelesaikan masalah bagaimana ketika menikah nanti? Ini yang membuat gue berpikir kembali untuk mempunyai seorang pacar dalam waktu dekat ini, ya kalo ada silahkan masuk ke hati gue kalo gak ada biar aja dulu kosong sampai nanti ada yang mau menetap disana -Nunjuk dada-.

Ah gara – gara urusan kantor gue lupa kan mau nulis apaan.

Pacaran sekali lagi bukan hanya untuk status, tapi apa jangka panjangnya. Apa tujuannya dan apa misi dan visi kita dalam berpacaran. Kaku? Ya itu gue dalam memilih pacar, untuk yang lebih baik kenapa ngga? Selektif itu penting untuk mencari yang terbaik dari antara yang terbaik kaya yang gue bilang diatas.

Ketika gue SMA dan satu sampai dua tahun gue lulus SMA, gue hampir gak pernah tau kemana arah pacaran gue, ya walau kadang masuk dalam pembicaraan kita punya anak kembar, namanya siapa, dan lain – lain. Tapi gue gak tau apa yang akan terjadi kedepannya dan bagaimana cara untuk menghadapi hari – hari kedepannya. Gue punya hampir lima belas mantan pacar secara resmi dan tidak, Hahaha… Ya, itu hanya jalan seperti status, jalan, nonton, tanya kabar, bla bla bla dan semua itu gak jelas dan berlalu begitu saja menjadi rutinitas.

Gue hidup dalam runitinas sekarang ini, mungkin gue rasa lu juga. Tapi gue gak mau ngejudge juga. Senin sampai Jumat kehidupan gue hanya Rumah – Kantor – Rumah, Untuk hari Sabtu gue libur memang tapi itu ada ibadah untuk malamnya dan Minggu gue ada ibadah dan beristirahat untuk besok bekerja, sedikit lebay sih tapi memang itu kenyataannya.

Ruang lingkup gue menjadi terbatas, dan hanya itu – itu saja yang bisa gue temui tiap harinya. Bagaimana cara gue dapat pacar? Nah itu yang kadang menjadi kesulitan gue juga saat ini dalam kapasitas pergaulan yang sedikit. Gue sering ngerasa kesepian karena ruang lingkup yang terbatas ini, pacar gak ada, nyokap jauh, ya pulang kerja, ya pulang aja, temen juga kerja dan hidup dengan kehidupannya masing – masing. Ya aneh juga memang kalo ada temen gue yang bisa memberi sesuatu yang lebih untuk bisa menyenangkan diri gue dalam sehari – hari.

Tapi walau dalam lingkup yang terbatas ini gue tetap selektif kok dalam meilih pasangan, walau sulit tapi gue akan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Mungkin Lo salah satu yang terbaik itu, elo… elo… iya elo….!! (Note: Khusus cewe)

Komentar
  1. anggajsaputro mengatakan:

    Bagus sekali tulisannya

    Suka

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s