Kurang Photoshop dan Kurang 360

Posted: 24 Juni 2014 in Uncategorized

24 Juni 2014, tepat 21 tahun 9 bulan yang lalu seorang anak dengan jenis kelamin laki – laki di lahirkan.

Konon kata ibu dari anak ini adalah sang anak lahir dengan menggemaskan, bahkan cerita yang beredar di masa lampau anak ini jadi idola di sekitar rumahnya.

Ketika ibunya sibuk, banyak para tetangga mau merawatnya, bahkan banyak anak – anak perempuan yang masih bersekolah SMA mau menjaganya ketika mereka pulang sekolah.

Mereka akan merawat bayi yang lucu itu untuk sekalian di ajak bermain. Mereka meminta pakaian dan makanan si anak kepada sang ibu sampai sore, sehingga ketika di kembalikan nanti si anak sudah rapi, wangi dan juga sudah makan.

Beranjak besar, anak ini mulai mengenal dunia luar yang memang agak liar.

Dia mulai bersekolah di tingkat SD. Mulai banyak mengenal orang luar, dari teman sebangku, teman sekelas, teman dari sekolah lain, ibu – ibu penjual mainan, abang – abang tukang es, abang – abang tukang batagor, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan mulai mengenal banyak wanita cantik.

Beranjak SMP, dan menuju jenjang akhir di SMA, mulai tumbuh cinta di benak sang anak ini.

Dia nggak tau, apakah wajahnya memang tampan atau memang dia mempunyai pesona yang luar biasa? Atau wanita – wanita sana memang tidak melihat wajah sebagai tolak ukur cinta?

Rasa percaya diri semakin tumbuh dalam benak anak ini. Semakin hari, seperti semakin mudah mendapatkan hati seorang wanita. Nggak tau memang dia punya wajah tampan atau pesona yang luar biasa atau memang seperti yang dikatakan di atas tadi, wanita tidak melihat wajah sebagai tolak ukur cinta.

Semakin tumbuh rasa percaya diri, semakin dia tidak mengenal namanya cinta, dia hanya mengenal perasaan suka dan mengatakannya. Yang membuat dia semakin tertipu oleh cinta adalah mudahnya sang wanita menerima setiap perkataan cinta dari dia.

Well, tepat hari ini dalam hatinya mulai bertanya – tanya. Mengapa dulu setiap wanita yang di nyatakan cinta mau menerimanya.

Seorang teman berniat mengenalkannya kepada seorang wanita. Sikapnya seperti tidak percaya, “Apa ga salah mau ngenalin cewe ke gue?”, “Itu cewe ga kebelet nikah kan?”. Kenapa muncul pertanyaan seperti itu? Karena belum pernah dia rasa ada seorang wanita begitu berniat mencari teman laki – laki.

Dengan awalnya bercanda dia menerima percomblangan ini. Temannya memberikannya nomor handphone sang wanita dan mulailah dia mengajak sang wanita mengobrol dengan awal mempekenalkan diri.

Beberapa saat chating, sang teman meminta dia untuk mengganti profil picture-nya karena kurang jelas, dengan tujuan sang wanita bisa melihat wajah dia dengan jelas. Dan dia pun mengikuti saran temannya untuk mengganti profil picture-nya.

Namun, setelah mengganti profil picture-nya, sang wanita memintanya untuk mengirim foto. Dengan sesegera mungkin pun dia mengirim foto nya lewat Whatsapp. Dan di luar dugaan, setelah dia mengirim fotonya, sang wanita enggan membalas obrolannya di Whastapp tersebut.

Dia ga pernah berburuk sangka atas sikap wanita itu, ya mungkin dia sibuk sehingga tidak sempat membalas. Tapi memang diakui dia berpikir negatif akan dirinya sendiri. “Apa yang salah dan yang kurang dengan wajah gue ya? Kurang photoshop? Kurang 360?” “Mudah – mudahan aja dia ga muntah lihat foto gue”.

Semakin banyak pikiran negatif yang merasukinya. Semakin dia merasakan perasaan mendalam terhadap sikap wanita yang dipikirnya terlalu jahat dengan melakukan itu semua.

Apa benar wajah sebagai tolak ukur cinta? Dan bagaimana dengan orang yang berwajah pas – pasan? Dengan harta? Tulus. Tidak adakah cinta yang tulus di dunia ini? Ah entahlah.

“Lupakan saja, masih banyak kok wanita di luar sana” katanya dalam hati.

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s