Ex Girlfriend Part 6 (Memori Indah yang menyakitkan)

Posted: 15 Februari 2014 in Uncategorized

*Pindahan pages*

Indonesia adalah salah satu negara penerima perubahan paling cepat di dunia, terutama di bidang IT, dan ini mempengaruhi seluruh warga negaranya termasuk gue.

Gue termasuk orang yang doyan, demen, suka ”Banget-banget” yang namanya menikmati teknologi. Saat orang menonton televisi siang hari atau waktu senggang, gue bias anggep tivi itu pacar gue yang bias nemenin gue pagi, siang, sore, malem, pagi, siang, sore, malem –udah kaya tamu wajib lapor RT-.

Tapi ngga sampe situ, saat orang punya HP canggih bagi gue musibah –Ngga mampu beli-. Orang-orang bangga sama Blackberry-nya, tapi gue cukup punya Nexian aja deh. Blackberry yang punyapamor berkat Blackberry Messanger-nya ini boleh berbangga hati, namun bersedih hati jika pergaulan dikelas menengah ke abawah. Blackberry Messanger (BBM) adaslah tempat chating bagi sesame pengguna Blackberry dengan syarat kita mempunyai PIN teman yang akan menjadi teman chating. Namun kendala BBM adalah kita harus mencari PIN, beda dengan Nexian Messanger (NXM) yang berasal dari Handphone merk Nexian.

Nexian Messanger (NXM) bias dibilang BBM-nya orang menengah kebawahnya warga Indonesia. Harga Nexian yang murah dapat di jangkau warga Indonesia –bukanpromosi-. Nexian Messanger (NXM) adalah tempat chating yang simple, pemakainya hanya diharuskan mengadd sebuah PIN dan chating dapat dimulai dengan adanya sebuah chatroom. User NXM tidak perlu sulit encari PIN seperti layaknya BBM, user NXM hanya perlu masuk ke salah satu chatroom dan disana bertebaran ratusan bahkan ribuan user NXM yang bertebaran di berbagai chatroom.

Gue sebagai kaum menengah kebawah yang maniak chating, gue perlu yang namanya NXM.Handphone Nexian gue berasal dari HP bokab yang baru dibeli –dulu- dan menjadi hak milik gue. Lama berselang NXM jadi kehidupan di hidup gue, banyak bermunculan cinta-cinta kecil di dunia maya yang menjadikan gue terkena sindrom Cyberlove.

Cintague sesungguhnya tumbuh di sebuah room bernama room cinta. Gue sebagai user yang biasa nerima teman-teman cewek, kali ini gue benar-benar terjebak di Cyberlove.

 

Eh, kepanjanganya pembukanya –jadi kaya survey-. Sebelum ke cerita kenalin dulu, nama gue Andi, karena pepatah bilang Jika tak kenal maka kenalan dan mulai bersayang-sayangan. Hehehe…

 

Cerita gue ini berawal dari dunia maya yang pindah ke dunia nyata, hingga menyebabkan berbagai penyakit cinta dari Galau Klimaks, Mellow Kuadrat, Erosi Hati, dll.

 

Dari hobi chat di dunia maya Tuhan mempertemukan gue di sebuah chatroom dengan seorang wanita. Awal mula berkenalan dan mengetahui namanya dan makin lama menaruh perhatian, namun saat bersamaan gue dan dia sama-sama punya pacar di dunia maya. Namun entah setan mana yang mempengaruhi kami berdua dan menghasilkan suatu kesepakatan untuk saling memutuskan pacar kami masing-masing. Beberapa hari atau minggu pacaran lewat dunia maya, kami sudah saling mengetahui daerah tempat tinggal dan ternyata tidak terlalu jauh dan diapun selalu melewati sekitar kost gue jika dia ingin pergi ke tepat kerjanya dan kami pun sepakat untuk Kopi Darat alias ketemuan.

Kami pun sepakat bertemu di depan salah satu tempat perbelanjaan. Gue pergi dengan kerennya ala gue walaupun kere, dan baru gue tau kalo dia memakai motor Honda vario warna pink dan helm bercorak Doraemon, setelah dia mengirim private message di NXM.

Setelah bertemu dan berkenalan secara langsung, namun kita agak kikuk dan ga tau mau kemana. Namun karena dia membawa motor dan gue naik angkot, kami pun berangkat menggunakan motor dia tapi awalnya kami belum ada tujuan mau kemana. Di tengah perbincangan mau jalan kemana, dia mengajak ke suatu tempat yang belum jelas apa isinya, ada perumahannya, ada tempat bisnisnya dll. Ya biasanya sih disebut “Kota Harapan Indah”.

Di dalam perjalanan menuju Harapan Indah, kami mendapatkan malapetaka, ban motor yang kami pakai bocor dan dengan romantisnya kami mendorong motor menuju tambal ban terdekat. Dan entah malaikat mana yang menyuruh gue biar bisa jadi cowok Gentlement, sambil mendorong motor gue berpikir sampai di tempat tambal ban.

Setibanya di tempat tambal ban dan langsung motor di eksekusi bannya, sambil melihat pekerjaan sang tukang tambal ban gue genggam tangan dia sambil ngungkapin rasa hati gue.

“ Beib, kita kan pacaran cuma di dunia maya”

“ Hhmm iya”

“ Tapi kan kita sekarang udah ketemu langsung nih dan ga Cuma via Hp,aku mau ngomong sesuatu sama kamu”

“ Ya, ngomong aja daritadi juga kan udah ngomong”

“ Hehe.. Oo.. iya ya.., Jadi aku mau nyatain cinta aku langsung sama kamu sekarang”

“ Ga romantis banget nembak di tempat tambal ban”

“ Yaelah anggap aja itu obeng, tang, kunci 12, kunci Inggris, sama kaya bunga-bunga di taman”

“ Iya… ia.. ya udah ngomong aja”

“ Hhmm.. Kamu mau ga jadi pacar aku seutuhnya dan real bukan cuma di dunia maya seperti kemarin”

“ Hhmm.. Iya aku mau kok, aku mau ketemu kamu sekarang juga karena aku sayang sama kamu”

“ Makasih yah”

 

Alhasil gue pun punya pacar real dan bukan cuma di dunia maya, setelah acara penembakan itu dan ban juga tidak bocor lagi kami melanjutkan perjalanan, namun tidak jadi ke harapan Indah melainkan ke rumah saudaranya yang dekat sekitar tempat kami menambal ban, dan ternyata saudaranya juga mau pergi dan kemudian akhirnya kami pulang masing-masing dengan ikatan status “Pacar”.

Hari demi hari sampai seminggu hubungan kami seperti Romeo & Juliet yang selalu merasa rindu ingin bertemu. Namun disuatu ketika sore hari gue pergi ke warnet untuk sekedar chating di FB (waktu itu twitter belum tenar) dan ketika gue sedang OL, temen gue di NXM membuat sebuah room di FB dan disana ada beberapa orang dan salah satunya mantan gue di NXM yang waktu itu gue putusin supaya gue bisa pacaran sama cewek gue ini. Gue siih ga ada firasat apa-apa saat itu, ya gue ngobrol sama temen-temen gue dan keisengan gue saat itu menggombal-gombal mantan gue dan jadi malapetaka sore itu, saat gue lagi bercanda-canda sama mantan gue tiba-tiba ada seseorang menginvite pacar gue dan alhasil dia marah-marah dan dengan labilnya dia minta putus.

Namun dengan penjelasan gue yang bisa di terima oleh akal pikiran, akhirnya kami tidak jadi putus tapi hubungan kami agak mulai ranggang dan komunikasi sudah mulai langka bagai Harimau Sumatera. Tapi Tuhan tau arti ketelusan gue dan beberapa minggu agak renggang tiba-tiba dia ngajak ketemuan dan kami bertemu di suatu tempat.

Saat kami bertemu gue ga tau mau kemana, tapi dia memang selalu dengan motor pink-nya dan helm Doraemon-nya yang menurut gue lebih-lebih dari pacarnya. Karena saat itu gue ga tau mau pergi kemana, akhirnya dia yang boncengin gue dan gue Tanya dari belakang ternyata dia pengen ngajak gue ke rumahnya dan disaat itu gue seneng banget berarti ada suatu yang serius untuk hubungan gue dan dia.

Saat itu siang hari, tapi saat dia boncengin gue waktu itu gue ga pake helm –jangan ditiru ya- karena dia lupa bawa dari kantornya. Ketika di tengah perjalanan, waktu itu mau ke Pekayon, Bekasi tepatnya di sekitar Kranji, kami di berhentikan oleh seorang polisi dan kami di pinggirkan dan kunci motor cewek gue diambil, kemudian kami disuruh ke Pos yang berada di pinggir jalan tersebut.

“ Maaf bapak kami tilang karena bapak tidak memakai helm” Kata Polisinya.

“ Ohh.. Maaf pak” Jawab gue.

“ Bapak punya SIM?

“ Ngga ada Pak”

“ Kalau begitu saya tahan STNK motornya dan nanti ambil di pengadilan”

“ Ya jangan pak. Damai deh pak, peace… peace…”

“ Wah kalo damai mahal pa, tidak memakai helm tidak punya SIM, itu kalau damai bisa ….

 

Disaat si Bapak Polisi berbicara, gue coba ngomong sama pacar gue

“ Yang punya duit ga?

“ Ada siih”

“ Yaudah sini berapa aja”

 

Pacar gue pun ngasih duit selembar uang 50 ribuan dan langsung gue tempelin ke tanga si Pak Polisi dan gue langsug ambil STNK dan kunci motor pacar gue. (Nb : kalo lu pada ditilang nyantai aja, polisi Indonesia itu CINTA DAMAI)

 

Kami pun bergegas pergi dari Pos polisi itu dan melanjutkan perjalanan menuju Pekayon, rumah pacar gue. Di saat dalam perjalanan pacar gue ngomong supaya kejadian ini jangan dikasih tau sama mamanya dan dalem hati gue menjawab “ Aku aja belum kenal sama mama kamu, dan aku juga kan minder masa motor pacar di tilang yang bayar tilangan kamu juga”.

Well, gue sampe juga di rumah pacar gue yang saat itu halamannya berantakan banget, ya katanya siih lagi mau di renovasi rumahnya. Saat itu gue disambut gonggongan oleh peliharaan pacar gue dan tuh anjing lompat-lompat ke gue dan pacar gue bilang anjingnya begitu kalo belum kenal terus gue jawab dalem hati aja “ Belum kenal aja udah sok akrab nih anjing, gimana udah akrab bisa-bisa gue di cipokin”.

Setelah dari gerbang gue disambut sama anjing punya pacar gue, gue ga langsung masuk karena dia masih ngobrol sama tetangganya yang mungkin lkama ga ketemu karena pacar gue itu stay di rumah tantenya yang ada di daera Pulomas, dan kemudian dia masih beresin halaman rumahnya yang berantakan –memang wanita yang rajin-.

After that, barulah dia masuk ke dalam rumah dan mempersilakan gue masuk dan duduk di ruang tamu yang memang berantakan juga. Saat gue masuk ke dalam rumahnya itu ada mamanya yang lagiu nonton Tivi, kalo ga salah waktu itu nonton siaran berita. Gue yang baru pertama kali ketemu orangtua pacar memang rada-rada salting dan ditambah lagi orangtua mulai nanya-nanya tentang pribadi gue.

“ Namanya siapa?”

“ Andi, tante”

“ Kenal dimana sama Nindy?

“ Lewat chating di messenger tante”

“ Kok rambut gondrong banget trus itu juga” (Nunjuk jenggot)

“ Hhmmm hehehe iya tante”

“ Itu kaya yang itu tuh” (sambil nunjuk gambar di TV)

 

Anjir….anjiiirrr…. anjjiiirrrr, gue berasa pengen salto trus naro bom Molotov di badan gue trus gue meledak, mati deh dan hue ga ketemu nyokab pacar gue. Gambar yang ditunjuk pada waktunitu adalah gambar pencarian teroris di berita. Dan gue langsung diem ga pake 1000 bahasa, dan ngangguk-ngangguk aja saat di tnya terus menerus.

Dan setelah pacar gue selesai dengan urusannya di kamar, kami pun pamit dan dia mengantar gue pulang ke rumah. Moment saat dia ada di kost gue adalah moment yang sampai sekarang selalu gue kenang, dia peluk gue seakan gue mau pergi dan itu rasa yang belum pernah gue dapet dari wanita lain.

Hari demi hariu terlewat, hubungan ini memang tidak seromantis Romeo & Juliet ataupu kejadian-kejadian di film atau sinetron tapi memang moment ini terjadi layaknya sinetron yang ada di televise. Waktu menunjukan jam 7 malem, dan dia ngajak gue ketemuan tapi di lain sisi gue harus kerja, pas itu gue kerja di pabrik mobil dan masuk shift malem. Bertemulah kami ditempat pertama kali bertemu, ngobrol-ngobrol sebentar dan kemudian dia nganter gue ke tempat kerja yang emang ga terlalu jauh dari tempat kita ngobrol. Ketika sampai di depan gerbang pabrik tersebut dia terdiam dan seakan ga mau berpisah, akhirnya dia mengucapkan sebuah kalimat bahwa dia ingin dipeluk dan dicium, dengan segera gue cium pipinya dan gue peluk dia erat. Di moment ini gue seperti ga mau ngelepasin pelukan gue dan mau terus dalam posisi ini. Wangi tubuhnya, erat pelukan dia adalah sebagian kenangan yang belum bisa lepas dari bayangan gue dan harapan masa depan yang akan pergi.

Pacaran secara dewasa memang tidak harus smsan, telfonan setiap saat tapi ka nada kalanya kalo satu hari atau perharinya kita mengucapkan “ I Love U “ kepada pasangan kita agar hubungan yang agak sulit di komunikasi bisa terminimalisir oleh kata-kata atau sapaan sayang perharinya. Tapi apa yang terjadi kalo sms dan telfon aja susah, tapi Facebook-an lacar dan terlihat sangat happy dengan lawan jenisnya di dunia maya.

Keki…?

Bete…?

Kesel…?

Gondok…?

Pengen marah…?

 

Inilah hal yang gue rasai pada saat hubungan gue mulai tidak terorganisasi dan mulai ada rasa menjauh. Di suatu hari mungkin sekitar jam 8 malem. Gue yang lagi smsn sama temen gue tiba-tiba bisa tersenyum karena tumben-tumenan pacar gue bisa sms gue yang biasanya sibuk-sibuk-sibuk dengan kegiatan LSM-nya. Tapi setelah gue buka smsnya adalah suatu hal yang membuat gue terkejut kalau dia dengan sepihak minta putus.

Esok harinya gue minta ketemuan untuk klarifikasi, kebetulan baru gajian juga. Gue minta ketemuan malem sehabis gue pulang kerja shift pagi, saat itu dibilang iya dan sebetar lagi on the way. Dan jam 6 ditemani 1 gelas es jeruk dia belum datang juga, jam 7 dia belum datang juga sampai 2 gelas es jeruk habis dan karena gue udah ngerasa jenuh gua ngajak abang gue buat datengsekalian maksud hati ngenalin dia kea bang gue, dan gelas berikutnya hadir sampai abang gue datang sekitar jam 8.

Karena udah kelamaan belum dating juga, akhirnya gue dan abang gue makan duluan ditempat gue nunggu. Gue sih agak ngiri saat abang gue n pacarnya bisa barengan dan pacar gue udah 3 jam belum dating-dateng juga. Selesai makan, gue bertiga duduk di depan tempat makan tersebut sambil menunggu pacar gue dateng, ga lama kemudian pacr gue dateng tapi mukanya keliatan cape banget. Dia berkenalan dan ngobrol-ngobrol sama abang gue, tapi abang gue harus nganter pacarnya pulang dan pacar gue ngajak gue pulang juga, dan sebelum dia pulang, dia mau ke kost gue dulu untuk beristirahat sebentar dan seperti biasa sebelum pulang dia memeluk gue dengan erat dan gue cium keningnya. Pelukan yang dia beri memang membuat hati bergetar.  Ada rasa hangat, rasa kasih sayang, raasa cinta dan ketulusan. Pelukan yang hadir disetiap ingin berpisah seperti tidak ingin terlepaskan oleh 2 insan yang sedang merajut cinta. –ribet jelasinnya-.

Pada suatu hari gua ada kegiatan untuk ke Bogor bareng temen-temen dari gereja. Disana gue mencoba have fun dan sukacita. Disana ggue bermain, bercanda tapi disuatu tempat untuk membeli oleh-oleh, gue melihat sebuah miniature gitar dan teringat sama pacar gue dan gue membelinya dan membungkusnya dengan kertas kado dan akan diberikan kepada dia kalau nanti bertemu.

Beberapi hari setelah dari Bogor, kado itu masih di kost gue karena memang belum ada waktu untuk bertemu dengan dia. Dia memang selalu sibuk dengan urusan LSMnya dan selalu tidak bisa diajak bertemu, kecuali dia yang ingin bertemu atau memang dia sedang/ ingin lewat jalan menuju kost gue. Tapi keetika sore hari dia sms kalau dia mau ketemuan, waktunya besok sekitar jam 7 pagi, karena dia mau ada urusan ke sekolah SMA nya di Bekasi.

Dengan Happy-nya gue pagi-pagi udah mandi, wangi, keren dah pokoknya. Ga peduli bolos kerja yang penting bisa ketemu orangyang disayang. Kurang dari jam 7 pagi gue udah nyampe di tempat pertama kali kita ketemu, dan ini sebagai tempat perjanjian yang ditentukian saat itu. Gue pergi dengan menenteng kado yang gue beli di Bogor, setelah tepat jam 7 dia belum datang juga dengan alas an disuruh tantenta untuk manasin mobil. Jam 8, belum datang juga mulailah rasa kesasl tumbuh, padahal dulu dia yang bilang kalau dariPulomas ke tempat ketemuan itu dekat dan kepleset aja nyampe tapi udah 1 jam belum datang juga. Jam di HP menunjukkan jam 09.00 berarti udah 2 jam dia telat dan belum ada kabar juga. Jam 10 masih belum datang juga dan rasa gelisah mulai menyelimuti, dan berasa seperti orang gila di pinggir jalan sampai 3 jam. Jam 11 dia sms bertanya kalo gue lagi ada dimana dan gue jawab di depan warung sebrang tempat perbelanjaan pertama kali kita ketemu. Dan ternyata dia malah di depan warung deket kost gue. Ya ampuunn dalam hati gue udah bete lumutan.

Sekitar jam setengah duabelas dia datang juga dengan motor pink-nya dan helm doraemon dan memakai seragam sekolah. Setelah sampai dia ngasih es krim Magnum yang udah setengah cair dan langsung gue buang. Dia mulai minta maaf karena telat, ya akrena gue ngerasa sayang dan cinta sama dia dengan gampangnya gue maafin dia. Gue juga gak lupa gasih kadobuat dia yang sekaligus menjadi saksi bisu.

“ Maaf ya, soalnya dirumag tante tadi ribet banget”

“ Iya udah gpp, lupain aja. Kamu udah sampe juga aku udah seneng kok”

“ Oiya aku mau ngomong sesuatu sama kamu”

“ Ngomong apa?”

Dia terdiam, dan dengan ekspresi sedih ataupun tidak tega.

“ Hei kok diem aja. Mau ngomong apa?”

“ Aku…?”

“ Kamu kenapa?”

“ Aku mau minta putus” dengan suara pelan.

“ Apa?”

“ Aku minta putus”

“Gila lu’

“ Maaf”

“ Gue udah bolos kerja, nunggu hampir 5 jam Cuma buat nungguin kaliamat putus doang?”

“ Maaf”

Gila lu, Gila”

“Maaf”

Dengan penuh emosi gue tunggalin dia sendiri dan gue pergi melawan arah supaya dia gak bisa ngejar gue. Dengan keadaan patah hati di tengah jalan gue ga tau mau kemana dan dengan mata yang berair seperti belum terima dengan kenyataan.

Akhirnya sampailah gue di sebuah bioskop entah dari tuntunan siapa, kemudian gue beli tiket untuk sebuah film horror yang mungkin bisa mneghilangkan galau dihati. Keadaan bioskop saat itu sepi dan hanya ada beberapa orang didalem ruangan. Gue angkat kaki gue keatas bangku di depan gue dan mulai menonton. Namun bukan hati lega malah ditambah dongkol lagi dengan film yang gajelas. Film horror tapi ga ada horornya yang ada cuma pamer Bra, paha, dan belahan dada, niat untuk menghilangkan rasa sakit hati malah ditambah lagi dengan pefilman Indonesia mulai tidak terarah.

Selesai dari nonton film yang gue lupa judulnya yang berudrasi sekitar 90 menit. Galau gue makin akut, gue beli lagi tiket untuk theatre sebelah, tenyatalagi rame film horror dan lagi-lagi flm horror yang gue tonton. Dan sama hasilnya bukannya galau terobati malah tambah bete setelah nonton film horror karya anak bangsa yang waktu itu sih ada bule sebagai pendukung filmnya, mungkin biar tambah hot tuh film horror. Ya itulah film kebanyakan di Indonesia dan digemari kalangan muda, kalau ngga film horoe ya film sex atau film horror yang ada sexnya.

Hari sudah gelap setelah gue keluar dari bioskop dan sama dengan hati gue yang gelap ga karuan. Gue sadar kalau gue harus pulang dan sesampai dikost gue coba nenangin diri dan mulai merenung di dalam kepedihan, saat merenung gue juga mencoba menghibur diri, mugkin di Facebook bisa ada teman yang bisa menghibur gue, tapi bukan dapat penghiburan malah gue semakin kecewa dan frustasi. Dia balikan sama mantannya di SMA dan langsung memasang photo profil berdua. Entah apa rasa yang gue rasain saat itu, pelukan yang dikasih setiap ingin berpisah ternyata adalah suatu ucapan penuh makna bahwa memang harus ada perpisahan diantara kami.

 

I will always love u, tem

Kamu adalah memori terindah, kamu adalah senyuman yang indah, kamu adalah orang yang mengajarkan aku cara mencintai wanita dan kamu adalah mantan pacarku.

 

Adakah mungkin kita kembali lagi…??

Comment? Disini aja

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s